Anggi Aulina Harahap : Tips Hindari Pembegalan Motor di Jalanan
Begal di Bakar

Anggi Aulina Harahap : Tips Hindari Pembegalan Motor di Jalanan

Harianlampung.co.id – Kasus kasus pembegalan yang akhir-akhir ini sering terjadi, tengah menjadi sotan publik, hingga kini masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan jika bepergian, selain itu juga tak jarang kita melihat para pengendara berkonvoi jika sering bepergian jauh dan ditempat sepi.

Termasuk kasus yang terjadi baru baru ini, yang menimpa korban Wahyu Hidayat (22) dan Sri (20) pada Selasa (24/2). Kedua korban terkena sabetan pedang oleh pelaku, tetapi bukannya menyerah malah korban yaitu Ibu Sri mencoba melawan sang pelaku dengan menari tubuh pelaku, hingga pelaku terjatuh dari motor.

Denngan kejadian tersebut, masa yang melihat langsung berbondong-bondong menyerbu sang pelaku, rekan pelaku yang mencoba membantu tak berhasil dan lebih memilih melarikan diri, pelaku yang tertangkap menjadi bulan-bulan warga hingga terakhir dibakar oleh masa.

Mengingat ancaman pembegalan marak terjadi, apakah pengendara motor wajib mempersenjatai diri?

Menurut Kriminolog dari Universitas Indonesia, Anggi Aulina Harahap, bahwa memang ada kerancuan bagi para pengendara motor, dalam mempersenjatai diri guna melindungi mereka dari para pembegal kendaraan di jalanan.

Hal itu dikatakannya sangat riskan, karena ketika terjadi razia oleh pihak aparat, bisa saja pengendara yang mempersenjatai diri itu justru dianggap sebagai komplotan begal.

“Pengguna ruang publik atau masyarakat itu menjadi sangat sulit untuk melakukan proteksi. Maka, mempersenjatai diri itu saya rasa memang bukan jalan keluar,” kata Anggi saat dihubungi merdeka.com, Selasa (24/2).

Untuk itu, Anggi memberikan sejumlah tips yang bisa dijadikan acuan, bagi para pengendara motor guna menghindari para pembegal kendaraan di jalanan.

“Pertama, lakukanlah pencegahan dengan mengetahui daerah-daerah yang rawan kejahatan. Kedua, perhatikan waktu bila ingin bepergian. Jika sudah memasuki jam-jam di luar ‘peak hour’, misalnya di atas jam 22.00 WIB, sebaiknya tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan.”

Ketiga, laluilah jalur ramai yang banyak orang lalu-lalang, dan jangan melewati jalan-jalan yang sepi,” kata Anggi.

“Paling tidak ada langkah preventif seperti itu, walaupun kemanan sebuah kota itu kan tanggung jawab polisi, maka polisi lah yang memang harus memperbanyak pos polisi dan kegiatan-kegiatan razia,” katanya menambahkan.


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *