Dinamika Partai Golkar Mengenai Laporan Pemalsuan Dokumen
Dinamika Partai Golkar Mengenai Laporan Pemalsuan Dokumen

Dinamika Partai Golkar Mengenai Laporan Pemalsuan Dokumen

Harianlampung.co.id –┬áDinamika Partai Golkar Mengenai Laporan Pemalsuan Dokumen. Dalam sebuah partai adalah menjadi tanggung jawab yang sangat besar dan menjadi tauladan semua pengurus yang sedang menjabat. Dal hal ini dapat terlihat dalam dinamika partai yang sudah menjadi pilihan hati masyarakat yaitu partai GOLKAR.

Dalam problematika yang tidak berujung ini menyebabkan harus berhubungan dengan Polri, dengan saling melaporkan tindakan – tindakan yang menyebabkan kedua kubu tersebut perurusan dengan POLRI, penyebab dalam kasus tersebut ternyata dipicu oleh sebuah laporan berkas atau dokumen palsu yang dilaporkan oleh Abburizal Bakrie terhadap Agung Laksono. Berikut pernyataan yang dilansir dari Kompas.com

“Saya berpandangan Polri akan mengembalikan atau menolak laporan ini, karena itu ranah Mahkamah Partai. Polri hanya bisa menangani kasus pidana murni seperti pemukulan, pencemaran nama baik, dan sebagainya yang bukan ranah hak politik, atau masalah kisruh partai politik soal penerapan hukum organisasi parpol,” kata Agun di Jakarta, Kamis (12/3/2015). Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan yang akan diusut lebih dalam lagi mengenai dokumen palsu tersebut. Dan jika terbukti adanya pemalsuan atas dokumen tersebut akan diberikan sanksi serta pemberhentian sementara.

Dalam hal tersebut seharusnya menjadi bahan pertimbangan terhadap laporan – laporan yang terkait, seperti yang dikutip dibawah ini bagaimana sikap dan prilaku sebagai kepengurusan dan penyebab kasus pemalsuan dokumentersebut,”Kepesertaan DPD I, adalah unsur atau wakil yang dimandatkan dan tidak selalu ketua atau sekretaris. Berbeda dengan DPP yang semua pengurusnya adalah peserta, namun suaranya sama dengan DPD yakni satu suara,” kata Agun. Sekjen DPP Golkar kubu Aburizal, Idrus Marham sebelumnya mengatakan, ada surat mandat hak suara yang diduga dipalsukan oleh kepengurusan Agung untuk melegalkan munas di Ancol.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *