Door, Polsek Way Jepara Tembak Kawanan Curas

Door, Polsek Way Jepara Tembak Kawanan Curas

HarianLampung.co.id – Lampung Timur(RadarMetro.com). Lagi lagi salah satu pelaku dari 3 sekawan pencurian, pembobolan dan kekerasan di dor polisi kakinya sebelah kiri karena pelaku akan melarikan diri pada saat akan di tangkap

Menurut keterangan Kapolsek Way Jepara AKP H Sahril Paison mengatakan bahwa, pelaku Iswanto cs (41) warga desa Labtu Kecamatan Way Jepara Lampung Timur pada saat melakukan kejahatan dengan modus masuk ke rumah tetangganya korban triono (36) warga desa Labtu kecamatan way Jepara Lamtim.

Lalu pada selasa 2 februari 2017 sekira jam 10.00 WIB dengan cara mendobrak pintu rumah korban. Dimana korban yang sedang tidak ada di rumah kemudian para pelaku masuk ke rumah korban dan menyikat barang berharga.

Setelah itu pada pada 25 februari 2017 kemarin. Tim Reserse dan Kriminal Polsek Way Jepara mendapatkan informasi dari warga keberadaannya pelaku lalu tim yang piket melakukan penyergapan.

“Namun pada saat akan di tangkap pelaku akan melarikan diri terpaksa anggota melumpuhkan pelaku dengan timah panas,”ungkapnya, Senin (28/2) kemarin

Barang 2 berharga milik korban yang raib, kata Sahril pada saat itu diantaranya 1 buah jam tangan merek alexandre christie , 1 buah senapan angin dan uang tunai Rp10 juta. Sehingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Dalam penagkapan Pelaku iswanto juga polisi juga berhasil mendapat berupa Barang bukti hasil kejahatan di rumah pelaku1 (satu) buah jam tangan merek alexandre christie dan 1 (satu) buah senapan angin.di duga kuat hasil kejahatannya.

“Saat ini tersangka dalam perawatan puskesmas setempat dan barang bukti sudah di amankan di Polsek WaY Jepara untuk penyidikan lebih lanjut. Pelaku di kenakan pasal 365 KUHPidana pencurian dan pemberatan sementara ini rekannya lagi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),”ujarnya. (ris/fdy)(sumber: radarmetro.com)


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook