DPRD DKI Mempermalukan Diri Sendiri
KOMPAS /KURNIA SARI AZIZA Daftar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang mengajukan hak angket

DPRD DKI Mempermalukan Diri Sendiri

Harianlampung.co.id – DPRD DKI sebelumnya bersorak sorai atas dukungan penuh anggota DPRD DKI mengenaiĀ hak angket dalam rapat Paripurna.

Hak angket ini dicetuskan untuk memberi sangsi atau tindakan Gubernur DKI Jakarta yang dinilai selama ini kurang baik terhadap DPRD. Dan dalam pandangannya, Ahmad Nawawi menuturkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama ini bersikap arogan, angkuh dan sombong.

Tetapi pada kenyataan mungkit tidak semulus apa yang direncanakan DPRD, dengan melakukan pengajuan hak angket, DPRD DKI malah dinilai tengah mempermalukan diri sendiri, ditambah lagi jika anggaran yang diajukan sebelumnya betul betul anggaran “siluman” seperti yang diungkapkanĀ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“DPRD ini sedang mempermalukan diri sendiri karena kalau anggaran siluman ini benar, maka pandangan masyarakat akan bergeser. ‘Oh DPRD ini ajukan hak angket karena mau mempertahankan anggaran siluman?'” ujar pengamat politik, Sebastian Salang, kepada Kompas.com, Jumat (27/2/2015).

Para Anggota DPRD diminta untuk mengetahui bahwasannya proses penyelidikan hak angket akan dilakukan secara terbuka. Dan bisa saja, dalam proses penyelidikan anggora Dewan secara tidak langsung menunjukan apa yang mereka pertahankan

Disinyalir DPRD DKI tidak menyetujui penerapan transparansi anggaran menggunakan konsep E-budgeting dalam penyusunan APBD, oleh sebab itu para anggota Dewan memutuskan untuk menggunakan hak angket untuk memberi sangsi terhadap Ahok.

Menurut Sebastian Sikap mereka (DPRD DKI) saat ini justru memberi kesan bahwa mereka menghambat sistem transparansi yang sedang diperjuangkan Basuki. Dalam kondisi ini, Sebastian yakin, Ahok akan tetap mempertahankan sikapnya untuk menggunakan APBD hasil e-budgeting. DPRD DKI juga mempertahankan sikap untuk hak angket.

Sebastian mengatakan, mereka akan adu kekuatan sehingga dengan sendirinya akan terlihat apa yang tengah diperjuangkan masing-masing pihak ini. “Jangan lupa, ke depan, prosesnya (hak angket) akan sampai terbuka. Bisa saja malah akan kelihatan apa yang sedang dipertahankan,” ujar Sebastian.

Sebelumnya, sebanyak 106 anggota DPRD DKI secara bulat mendukung penuh pengajuan hak angket kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Adapun alasan pengajuan hak angket terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD DKI 2015. Basuki dianggap telah melakukan pelanggaran serius karena tidak mengirimkan Raperda APBD DKI 2015 yang menjadi usulan bersama anggota DPRD dan Pemprov DKI.

Baca Juga :

DPRD Bersorak Mengenai Hak Angket Dalam Peripurna


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *