Dua Orang di Tetapkan Sebagai Tersangkan Kasus Korupsi UPS
UPS di SMA Negeri 78 Jakarta Barat, Nur Azizah

Dua Orang di Tetapkan Sebagai Tersangkan Kasus Korupsi UPS

Harianlampung.co.id РKasus pengadaan dana untuk perangkat UPS yang sebelumnya ada pada daftar APBD DKI Jakarta, kini sudah berkembang dan menetapkan dua tersangka, dana pengadaan UPS dinilai tidak wajar, karena penggunaan dana yang cukup banyak.

Penyidik Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri, telah menetapak dua orang tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan UPS tersebtu. Kedua orang itu adalah Alex Usman dan Zaenal Soleman.

Kepala Subdirektorat V Tipikor Bareskrim Polri Kombes Muhammad Ikram mengungkapkan, pihaknya telah melaksanakan gelar perkara pada tanggalh 27 Maret 2015 pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Dalam pelaksanaan gelar perkara tersebut, kedua orang tersebut dinyatakan sebagai tersangka.

Seperti yang dilansir Kompas.com, “Alex selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, dan Zaenal Soleman selaku PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat,” ujar dia saat dihubungi, Senin (30/3/2015).

Berkas perkara surat perintah penyidikan (sprindik) kedua tersangka itu dibuat terpisah. Berkas perkara Alex Usman atas Nomor Sprin.dik-70.a/III/2015/Tipidkor. Adapun berkas perkara Zaenal atas Nomor Sprin.dik-71.a/III/2015/Tipidkor. Kedua sprindik dikeluarkan pada tanggal 23 Maret 2015.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

Kasus dugaan korupsi pengadaan UPS diawali oleh temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan DKI Jakarta. Laporan BPKP DKI menunjukkan temuan indikasi korupsi senilai Rp 300 miliar dari pengadaan UPS di 49 sekolah wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Negara dirugikan hingga Rp 50 miliar atas pengadaan itu.

Semula, perkara itu ditangani Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Penyidik Polda Metro telah memeriksa 73 orang dari 85 saksi yang diberikan surat pemanggilan, sedangkan jumlah total saksi yang akan diperiksa sebanyak 130 orang. Belakangan, perkara ini dilimpahkan ke Bareskrim Polri.


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *