Gempa Bumi: Sorong dan Jogja Diguncang Gempa 6,8 & 4,5 SR
Gempa Bumi Sorong & Jogja

Gempa Bumi: Sorong dan Jogja Diguncang Gempa 6,8 & 4,5 SR

HarianLampung.co.id – Sejumlah wilayah ditanah air kembali mendapat guncangan gempa bumi, seperti halnya sorong dan Jogja yang masing-masing mengalami getaran dengan kekuatan 6,8 dan 4,5 SR.

Gempa 6,8 Skala Richter terjadi pada Kamis (24/9) tengah malam. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 km dan episentrum berada di 31 km timur laut Kota Sorong, Papua Barat, atau 68 km timur laut Raja Ampat, Papua Barat. Intensitas gempa dirasakan di Kota Sorong, Raja Ampat, Maybrat, dan Manokwari. Guncangan gempa dirasakan sangat kuat selama sekitar 15 detik oleh masyarakat Kota Sorong. Masyarakat berhamburan keluar rumah berlarian mencari tempat lebih tinggi, mencemaskan potensi terjadinya tsunami.

Sementara itu , Gempa Terkini di Jogja, berkekuatan 4,6 SR (skala richter) langsung melanda Gunungkidul, Yogyakarta, tepatnya pada hari Jumat , 25 September 2015 malam, pada jam 20, 25 WIB. Dari akun resmi BMKG menyatakan, apabila Koordinat gempa lokasinya berada di 7.95 Lintang Selatan – 110.52 Bujur Timur. Kedalaman gempa jogja sendiri, ada di kedalaman 10 KM, tetapi sampai berita ini diturunkan belum diketahui apakah gempa ini mengakibatkan kerusakan atau apakah ada korban.

Mengenai gempa bumi sorong, Garis sesar yang terdapat di daerah manokwari itu terdapat di laut, yaitu diatas “kepala burung” peta pulau Papua. Menurut hasil tanya-jawab dengan ahli gempa dari Geoteknologi LIPI, Danny Hilman, garis sesar yang paling kiri serta cukup berbelok tajam ke bawah menuju pada tempat terjadinyagempa kemarin. Gempa itu penyebabnya bisa timbul dari pergerakan dua lempeng bertemu, yakni, seperti yang di ungkapan Irwan, lempeng Laut Filipina dengan blok kepala burung Papua.

Sedangkan BMKG mendapatkan data, 24 September 2015, jam sepuluh malam WIB, muncul gempa pada kedalaman sepuluh meter di laut yang berjarak tiga puluh satu kilometer arah timur laut Kota Sorong, Papua Barat. Gempa itu memiliki kekuatan magnitudo 6,8, dan intensitas gempa terkuat dengan skala IV-V terasa di Sorong atau terendah di Manokwari, yang terdapat pada timur Sorong dengan instensitas gempa II-III. Lama waktu gempa sendiri sekitar lima belas menit, bikin panik warga kota serta kabupaten, mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan diri.

Data sementara yang didapat terkait dampak, dari korban terdapat tujuh belas orang cedera berat sedangkan 45 lainnya mengalami cedera ringan. Dan dampak gempa itu pada tempat tinggal, terdapat sekitar dua ratus lima puluh tujuh bangunan tempat tinggal yang rusak.


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook