Google Doodle Hari Ini: Fakta Lengkap Claude Shannon
Google Doodle Hari Ini: Fakta Lengkap Claude Shannon

Google Doodle Hari Ini: Fakta Lengkap Claude Shannon

HarianLampung.co.id – Sejarah dan Fakta Lengkap Claude Shannon. Seperti yang telah diulas diartikel sebelumnya mengenai profil biografi dari tokoh ilmuwan elektronikan dan matematikawan ini berikut akan kami hadirkan fakta lengkap dan sejarah dari Shannon.

Google Doodle Hari ini juga turut merayakan hari ulang tahunnya yang ke-100 untuk Claude Shannon sebagai Bapak Teori Informasi. Tentunya ada banyak hal yang patut untuk kalian simak dan diketahui dari tokoh yang satu ini.

Tak hanya sebagai pribadi yang sederhana namun juga Shannon memiliki banyak sekali kelebihan tersendiri dalam bidang ilmu pengetahuan baik elektronika maupun matematika. Tak pelak jika saat ini dia disandang dengan gelar Bapapk Teori Informasi yang mampu menggabungkan prinsip rekayasa dengan teori matematika yang terkenal akan kerumitannya guna melakukan pengaturan panggung ataupun sarana informasi digital seperti saat ini.

Pada tahun 1932 ia masuk Universitas Michigan, mengikuti saudarinya Catherine, yang baru saja menerima ijazah guru matematika. Saat menjadi senior, ia dipilih sebagai anggota Phi Kappa Phi dan anggota Sigma Xi. Tahun 1936 ia memperoleh derajat Sajana Muda Teknik Elektro dan Sajana Muda Matematika.

Gelar rangkap ini menunjukkan minatnya akan rancangbangun dan matematika yang dilanjutkan selama kariernya. Pada tahun 1936 ia menerima posisi asisten riset di Departemen Teknik Elektro di Massachusetts Institut of Technology. Posisi ini mengijinkan dia untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi sambil bekerja paruh waktu pada departemen itu.

Ketertarikannya juga pada rangkaian rumit relay yang dihubungkan dengan penganalisis diferensial yang mengawasi operasi dan melibatkan lebih dari seratus relay. Saat mempelajari dan memperbaiki rangkaian ini, Shannon menjadi tertarik akan teori dan perancangan relay dan rangkaian pemindah.

Seperempat abad kemudian H. H. Goldstine, di bukunya ‘The Computer from Pascal to Von Neumann’, menyebutnya “one of the most important master’s theses ever written…a landmark in that it helped to change digital circuit design from an art to a science.”

Pada waktu itu juga, Shannon mengembangkan gagasan untuk sistem komunikasi dan komputer. Dalam suatu surat bertanggal Pebruari 16, 1939 sekarang ada di arsip Perpustakaan Konggres, ia tulis ke Bush tentang hubungan antara waktu, lebar bidang, derau dan cacat pada sistem komunikasi, dan juga rancangan komputer untuk operasi matematika simbolis.

Mendekati musim semi tahun 1940, Shannon telah memenuhi semua syarat untuk Master teknik elektro dan juga doktor matematika– kecuali syarat bahasa, yang selalu menjadi kelemahannya. Menghadapi kenyataan itu, ia berjuang memanfaatkan sisa waktu terakhir, menyewa tutor bahasa Perancis dan Jerman dan berulang-kali belajar melalui setumpukan kartu kilat. Ia akhirnya lulus ujian bahasa (dua kali untuk bahasa Jerman) dan pada tahun 1940 menerima gelas S.M. berijazah Teknik Elektro dan Doktor filsafat Matematika di saat yang sama.

Tahun akademik 1940-1941 ia mengikuti National Research Fellowship di Institute for Advanced Study in Princeton bekerja di bawah bimbingan Hermann Weyl. Pada periode ini, Shannon mulai bekerja dengan serius pada gagasannya yang berkenaan dengan teori informasi dan sistem komunikasi efisien.

Shannon menghabiskan lima belas tahun di Bell Laboratorium pada suatu kelompok yang sangat penuh keberhasilan. Banyak ahli matematik dan ilmuwan di Laboratorium– seperti Yohanes Nembus, ahli komunikasi satelit; Harry Nyquist, dengan banyak kontribusi ke teori isyarat; Hendrik Bode, pakar umpan balik; pencipta transistor Brattain, Bardeen dan Shockley; George Stibitz, yang membangun komputer relay pertama (1938); Barney Oliver, insinyur serba bisa; dan banyak lainnya.

Selama periode ini Shannon dikerjakan dalam banyak area, khususnya dalam teori informasi, suatu pengembangan yang diterbitkan tahun 1948 berjudul “A Mathematical Theory of Communication”. Di dalam makalah ini ditunjukkan bahwa semua sumber informasi —simbol telegraf, pembicaraan orang, kamera televisi dan seterusnya— memiliki “laju sumber” yang terkait dan diukur dalam bit per detik. Saluran komunikasi memiliki “kapasitas” yang diukur dalam satuan yang sama.

Informasi dapat dipancarkan melalui saluran jika dan hanya jika laju sumber tidak melebihi kapasitas saluran. Pekerjaan pada komunikasi inilah yang dianggap sebagai andil ilmiah paling utama dari Shannon. Pada tahun 1981 Profesor Irving Reed, mengatakan di Symposium Internasional Teori informasi di Brighton, Inggris, “It was thirty-four years ago, in 1948, that Professor Claude E. Shannon first published his uniquely original paper, ‘A Mathematical Theory of Communication,’ in the Bell System Technical Journal. Few other works of this century have had greater impact on science and engineering. By this landmark paper and his several
subsequent papers on information theory he has altered most profoundly all aspects of communication theory and practice..”

 Baca Juga: Profil Biografi Claude Shannon


Imam Bukhori on twitterImam Bukhori on facebook
Imam Bukhori
Dibesarkan dari kalangan sederhana membuat sosok Imam tumbuh menjadi seorang yang haus akan perubahan terurama disisi teknologi, terlebih dimana saat ini berada di perkembangan pesat teknologi membuat mata saya terbuka akan semua hal yang berkaitan dengan inovasi terbaru maupun membandingkan hal-hal yang berbau teknologi, tak pelak saya sebagai penulis HarianLampung.co.id lebih berfokus terhadap kategori Teknologi.

Komentar Facebook