Google Doodle: Selamat Hari Perempuan Internasional 2017

Google Doodle: Selamat Hari Perempuan Internasional 2017

HarianLampung.co.id – Hari Perempuan Internasional 2017. Selamat memperingati International Women’s Day yang merupakan salah satu bentuk penghargaan tertinggi untuk pra kaum perempuan yang saat ini juga tengah turut dirayakan oleh Google Doodle tepat di tanggal 8 Maret 2017.

Ya Google Doodle turut memasang gambar animasi dengan bentuk kegiatan perempuan dari seluruh dunia yang merupakan salah satu tema google hari ini yakni Hari Perempuan Internasional.

Hari Perempuan Nasional tentunya tak lepas dari sejumlah peristiwa sejarah perjuangan dan pengorbanan kaum perempuan. Berdasarkan catatan wikipedia, awalnya Hari Perempuan Internasional berawal dari perayaan untuk memperingati kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York, Amerika Serikat pada tahun 1911. Dalam kebakaran tersebut mengakibatkan 140 perempuan meninggal.

Gagasan Hari Perempuan Internasional berkaitan erat dengan gelombang industrialisasi pada abad ke-20. Masuknya kaum perempuan sebagai pekerja atau buruh di sejumlah pabrik berdampak pada kebijakan yang kurang adil seperti perbedaan upah dan kondisi kerja yang buruk.

Keadaan tersebut menimbulkan protes dan gerakan perlawanan dari kaum perempuan. Mereka kemudian membentuk serikat bersama memperjuangkan nasibnya agar setara dengan kaum pria. Nah, dari gerakan itu, pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.

“Selamat Hari Perempuan Sedunia. Perempuan Pantang Patah Hati,”tambah Yanti Rianty di akun Facebooknya dengan banyak respon. Berdasar sejarah yang tertulis di Wikipedia, Hari Perempuan Internasional dirayakan sebagai keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial.

Peringatan ini mengingatkan pada peristiwa kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang menewaskan 140 perempuan. PBB mulai mendukung gerakan peringatan Hari Perempuan Internasional pada tahun 1975.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Hari Perempuan Internasional sesungguhnya merupakan kisah perempuan biasa dalam menoreh catatan sejarah; sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti juga kaum laki-laki.
Di masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan mereka untuk menuntut dihentikannya peperangan.

Sedangkan dalam Revolusi Prancis, perempuan di Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan ‘Kemerdekaan, Kesetaraan dan Kebersamaan menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu.

Wacana memperingati Hari Perempuan Internasional sebetulnya telah berkembang sejak seabad lalu. Ini ketika dunia industri sedang dalam masa pengembangan dan pergolakan, peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan pemunculan paham-paham radikal.

Berikut adalah kronologi singkat dari beberapa kejadian penting yang mengiringi perjalanan Hari Perempuan Internasional seperti dikutip dari situs Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH-APIK):

1909: Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada 28 Februari di AS. Hari tersebut kemudian terus diperingati oleh para perempuan AS pada setiap hari Minggu terakhir Februari hingga 1913.

1910: Pertemuan kelompok sosialis internasional di Kopenhagen, Denmark, memutuskan untuk memiliki Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia.

Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Namun pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.

1911: Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun lalu, Hari Perempuan Internasional untuk pertama kali diperingati (pada 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss. Lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun ke jalan untuk merayakannya.

Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan, mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi gender dalam pekerjaan.

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada 25 Maret terjadi insiden tragis di New York, AS, yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi.

Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di AS dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.
1913-1914: Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kali pada hari Minggu terakhir Februari 1913.

Di belahan Eropa lainnya, pada atau sekitar 8 Maret di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa baik untuk memprotes perang maupun sebagai ungkapan solidaritas kepada saudara-saudara perempuan di manapun juga.

1917: Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia sekali lagi turun ke jalan pada hari Minggu terakhir di bulan Februari menyerukan ‘Roti dan Perdamaian’. Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan.

Sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Raja Rusia Tsar Nicholas II turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu.

Hari bersejarah itu jatuh pada 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi yang juga kita gunakan).

Pada 1920, hampir tidak pernah lagi diperingati Hari Perempuan Internasional. Namun pada tahun 1975, melalui kepeloporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Perempuan Internasional akhirnya diperingati kembali pada setiap tanggal 8 Maret.


Imam Bukhori on twitterImam Bukhori on facebook
Imam Bukhori
Dibesarkan dari kalangan sederhana membuat sosok Imam tumbuh menjadi seorang yang haus akan perubahan terurama disisi teknologi, terlebih dimana saat ini berada di perkembangan pesat teknologi membuat mata saya terbuka akan semua hal yang berkaitan dengan inovasi terbaru maupun membandingkan hal-hal yang berbau teknologi, tak pelak saya sebagai penulis HarianLampung.co.id lebih berfokus terhadap kategori Teknologi.

Komentar Facebook