Hotel Sahid Menjadi Saksi Murkanya Sjachroedin ZP
Hotel Sahid Menjadi Saksi Murkanya Sjachroedin ZP

Hotel Sahid Menjadi Saksi Murkanya Sjachroedin ZP

Harianlampung.co.id – Hotel Sahid Menjadi Saksi Murkanya Sjachroedin ZP. Dalam acara konferensi Cabang (Konfercab) yang diadakan di Hotel Sahid telah terjadi insiden kecil yang mewarnai konfrensi cabang tersebut. Padahal acara yang digelar tersebut telah dihadiri oleh DPC PDIP se-Lampung. Dalam hal tersebut juga di hadiri ketua DPC PDIP Sjachroedin ZP yang merasa pidatonya diremehkan oleh kader – kader yang akan dibimbingnya.

Insiden yang terjadi tersebut pada waktu pembukaan serta penutupan acara Konferensi Cabang (Konfercab) yang dilakukan oleh oknum kader yang berada di ruangan tersebeut. Pasalnya oknum kader yang berteriak tidak senonoh itu saat Ketua PDIP Sjachroedin ZP sedang berpidato didepan podium. Berikut ilustrasi oknum yang membuat Ketua PDIP tersebut naik pitam,”Kalau saya jabatan sudah bosan, bekas Kapolda dua kali, Kapolres, Kapolwil. Sudah bosan saya. Mestinya Anda tahu, saya hanya ingin mengantarkan,” kata Sjachroedin yang disambut teriakan “huuu” dari oknum kader.

Gaya perkataan dari Sjacroedin ZP tersebut mulai terdengar lagi sambil melontarkan perkataan tersebut ke Oknum kader yang sempat meneriakkannya padaa saat berpidato, berikut kutipannya yang dikutip melalui Lampung.tribunnews.com, “Siapa yang ngomong? Siapa yang huuu…huuuu itu? Berdiri kamu. Yang begini-begini lah yang namanya banyak bacot. Jangan sok preman-preman, banyak bacot saja kalian,” tukas Oedin.

Setelah kejadian tersebut pihak keamanan pun diarahkan untuk mengubah suasana di dalam ruang Hotel tersebut, beberapa menit kemudian suasana ruangan pun sempat hening ketika Sjachroedin meluapkan kekesalannya. Setelah situasi mulai agak tenang, Sjachroedin akhirnya melanjutkan kembali pidatonya di Konfercab tersebut.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *