Ini Harapan Jokowi Diperingatan Malam Nuzulul Quran
Ini Harapan Jokowi Diperingatan Malam Nuzulul Quran

Ini Harapan Jokowi Diperingatan Malam Nuzulul Quran

HarianLampung.co.id – Peringatan Malam Nuzulul Quran di tanggal 17 Ramdhan tersebut rupanya turut juga diperingati di Istana Negara bersama Presidon Jokowi. Dalam sambutannya Presiden Jokowi dihadapan para pejabat setingkat menteri, menyinggung beberapa aspek yang kerap menjadi problem klasik.

Peringatan Malam Nuzulu Quran bagi umat islam harus memiliki semangat ibadah yang besar baik sunnah maupun wajah, tutur beliau. Jokowi juga berharap agar masyarakat Indonesia selalu diberikan kesehatan, intelektual, serta memiliki martabat dan harga diri, oleh karena negara ini merupakam bangsa yang besar dan harus segara setara seperti negara besar lainnya.

Seperti yang dikutip HarianLampung.co.id dari Aktudaz.com, Sabtu (04/07/2015) Presiden terus menyinggung dan memberikan insyarakat agar menteri terus bekerja keras terlebih dalam mempercepat penyerapan anggaran tahun ini. Tak pelak pidato tersebut mendapat komentar dari Menteri Koordinator Perekenomian, Sofyan Djalil.

“Di rapat barusan, presiden menuturkan percepat (penyerapan) anggaran. kita bakal pergi pada semua kementerian dalam menemukan permasalahannya di mana,” kata Sofyan.

Tidak hanya anggarannya yang harus ludes cepat, tutur Sofyan, namun yang urgent ialah secepatnya mewujudkan proyek pembangunannya. khususnya di daerah, lanjutnya, semua bupati serta gubernur mesti tidak memperlambat izin proyek dan terlebih dahulu bertanya-tanya pada BPKP. Selanjutnya, Sofyan juga menuturkan bahwa Presiden memerintah aparat penegak hukum yaitu BPKP melaksanakan pengecekan sebelum proyek ditenderkan. Hal itu agar tidak mempunyai masalah hukum di esok hari.

“Nanti bakal ada Inpres yang arahkan kepada penegak hukum, jika misalnya muncul laporan tentang hal penyimpangan minta BPKP atau Inspektur sebelumnya mengecek, tak ubahnya zaman dulu,” katanya.


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *