Istri Haji Lulung Menangis Saat Larang Ke Dunia Politik
Wakil Ketua Tim Hak Angket Abraham Lunggana

Istri Haji Lulung Menangis Saat Larang Ke Dunia Politik

Harianlampung.co.id – Istri Haji Lulung Menangis Saat Larang Ke Dunia Politik. Peristiwa yang terjadi di pemerintahan saat ini menjadi sedikit refresh. Pasalnya terdapat hal yang tidak diduga oleh kita mengenai Abraham Lungguana. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut menghebohkan pemerintahan dengan Ciutannya yang menghebohkan dalam ruang pemerintahannya.

Perseteruan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) membuat Abraham Lungguna atau yang kerap disapa dengan Haji Lulung ini mendapat sorotan dari masyarakat publik, yang tengah mendapatkan hujatan – hujatan dari Nitizen. Adapun yang sempat diperbincangkan mengenai #Save Haji Lulung bersama dengan istrinya yang telah dilansir dari Kompas.com sebagai berikut;

  • “Saya memang sudah lama disuruh berhenti dari politik oleh istri saya. Istri saya sampai nangis.”
  • “Istri saya bilang, bang, bangun ini perusahaan kamu, jangan sampai perusahaan kamu tinggal gitu.”
  • “Namun, Saya tetap bersikeras dengan pendiriannya sebagai politikus PPP dan menjadi anggota dewan di DPRD DKI Jakarta. Saya¬†berjanji kepada istrinya tidak akan terlibat kasus hukum.”
  • “Seorang istri khawatirkan suaminya kalau ada apa-apa gitu. Tapi, saya janji sama istri saya. Saya tidak pernah membuat persoalan-persoalan yang melanggar hukum itu aja.”

Dalam hal diatas ternyata dipicu dengan dunia bisnis yang Haji Lulung dan Istrinya jalani, Istrinya pun memintanya berhenti dari dunia politik untuk kemudian fokus mengurus bisnisnya. Istrinya pun menyebut bahwa saat ini ia sudah beranjak tua. Dan berfikiran untuk mengolah perekonomian jangka panjang. Akan tetapi ternyata, istri Haji Lulung tidak setuju suaminya terjun ke dunia politik. Apalagi politikus PPP tersebut kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang kerap bertikai dengan Ahok. Publik pun memandang sinis pada Haji Lulung.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *