Joki Pembegalan Asal Lampung Tertangkap di Ibu Kota
Joki Pembegalan Asal Lampung Tertangkap di Ibu Kota

Joki Pembegalan Asal Lampung Tertangkap di Ibu Kota

Harianlampung.co.id – Joki Pembegalan Asal Lampung Tertangkap di Ibu Kota. Isu Daerah Lampung memang menjadi tersohor karena tindakan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dan itupun dikarenakan oknum begal yang terus memangsa korbannya dengan cara dibunuh. Berita yang terbaru saat ini mengenai pembegalan asal lampung diringkus di Ibu Kora Jakarta atas aksinya yang mengikuti ala lampung. Dengan mengambil sebuah kendaraan, membunuh korbannya lalu ditinggal pergi.

Pemuda asal Way kanan, Lampung dengan nama samaran Serbo alias Abu umur (25 tahun), akhirnya diringkus polisi dengan menampakkan wajah yang tertunduk lesu dihadapan polisi. Aksinya yang sudah cukup lama (1 tahun) membuat geger  warga DKI Jakarta.  Setelah di introgasi oleh pihak polisi lelaki bertubuh pendek itu sebelumnya pernah jadi buruh pabrik garment di Bogor, Jawa Barat.

Dikarenakan pekerjaannya itu tidak bisa memberikan kebutuhannya ternyata malmah kontraknya tidak diperpanjang, menurut pengakuannya Serbo alias Abu tersebut untuk mencukupi kebutuhan pokok keluarga serta anak yang masih berada dikandungan yang masih lima bulan. Lalu kemudian memiliki pemikiran untuk pindah haluan menjadi begal, serta ajakan sahabatnya yang juga berasal dari Lampung.

Berikut penjelasan dari Serbo alias Abu saat di introgasi Mapolda Metro Jaya, untuk pindah haluan menjadi begal,”Saya kemudian ditawarkan teman satu kampung di Lampung untuk masuk komplotan itu. Teman saya ternyata sudah ikut ke dalam komplotan,” kata Serbo saat pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan di Mapolda Metro Jaya, Jumat 27 Februari 2015.

Berikut cuplikan cerita penjelasan awal mula Serbo alias Abu menjadi joki pembegalan di Ibu Kota,

Awal mula saya diajak oleh sahabat saya yang bernama Tohir lalu kemudian dari situ Saya ‘dibina’ Tohir, pentolan komplotan begal motor dan mobil. Pertama ia menjadi joki, membawa motor.

Mula-mula Saya tak melakukan kekerasan saat membegal. Tapi di aksi ketiga Saya mulai mencoba gaya begal ala Lampung.

Saya menebas tangan korban dan merampas motor lalu membawa kabur. Sang komandan memuji aksi Saya yang berani nekat dan ringkas itu. Saya pun naik pangkat.

Di aksi selanjutnya, Saya yang bertubuh kecil ini makin berani dan sadis. Saya sudah membunuh para korban. Saya mulai ketagihan.

“Setiap kali beraksi mendapat uang Rp 1 juta saat membegal motor. Jika membegal mobil dapat bagian Rp 3 juta.

Dengan penjelasan tersebut makin yakin bahwasannya memang Joki pembegalan ala Lampung ini sangat sadis hingga menewaskan korbannya. Dalam aksi yang dilakukan pembegalannya yaitu wilayah Tangerang Kota, Depok, Jakarta Timur, Jakarta Selatan. “Komplotan Begal ini biasanya menjual motor hasil pembegalan ke tukang ojek di luar Jakarta. Sedangkan mobil dijual ke penadah di luar Jawa,” kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Ajun Komisaris Besar Sutarmo.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *