Ketegasan Ahok Tuai Pujian Dubes Rusia
Dubes Rusia Mikhail Y. Galuzin. ©2014 Merdeka.com

Ketegasan Ahok Tuai Pujian Dubes Rusia

Harianlampung.co.id – Ketegasan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok dalam mengelola jakarta menuai pujian  oleh Kedutaan Besar Rusia.

Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengatakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Gubernur yang akrab disapa Ahok itu.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Rusia mengatakan akan menjadikan Jakarta dan Moskow sebagai Mitra,

Seperti yang di lansir media merdeka.com “Kami akan membangun hubungan mitra antara Jakarta dan Moskow yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan keduanya lebih baik lagi,” ujar Galuzin saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Kamis (5/3).

Dia dan Ahok juga bersama-sama mencari solusi bagi masalah laten dua ibu kota yang padat penduduk tersebut. Terutama dalam masalah parkir, pendidikan, sampah, dan kemacetan lalu lintas.

“Selain dalam urusan tata kota, kita juga akan jadi mitra komunitas bisnis,” kata Galuzin.

Menurut Galuzin, petemuan dengan Gubernur DKI Jakarta memunculkan ide-ide baru soal penataan kota dan lain-lain.

“Pernyataan Ahok sangat bagus, idenya tentang parkir elektronik itu sangat brilian. Sangat baik untuk mengurangi parkir liar dan juga membantu mengurangi kemacetan,” ungkap Galuzin.

Galuzin percaya kendati kini banyak diserang lawan-lawan politik, Ahok dapat membuat Jakarta lebih baik ke depannya.

Adapun sementara ini Ahok masih belum fokus menata kota Jakarta. Fokus mantan politikus Gerindra itu masih tersita untuk perdebatan pembahasan APBD 2015 dengan anggota legislatif DKI.

Mediasi antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI membahas APBD 2015 yang dilakukan di kantor Kemendagri hari ini berlangsung panas. Pertemuan berakhir deadlock karena Ahok ngamuk dan memilih meninggalkan pertemuan.

APBD senilai Rp 73,08 triliun belum disahkan sampai sekarang. Persoalan yang membuat DPRD-Pemprov ribut terutama masuknya anggaran pengadaan UPS di sekolah-sekolah senilai Rp 12 triliun.

Sebelum kembali ribut hari ini, Ahok sempat meminta maaf pada publik lantaran mempertontonkan pada khalayak situasi kurang harmonis antara pejabat legislatif dan eksekutif.

“Saya pribadi dan pemprov mohon maaf karena ada kejadian tontonan politik yang memalukan. Kami mohon maaf kepada PNS dan tenaga lepas, TKD Dinamis dan Statis belum turun. Jadi orang yang punya kredit biasa ngehitung pendapatan pas jadi nggak pas,” ungkapnya di Kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin.


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *