Kota Bali Terkena Goncangan Gempa Bumi dari NTT Berkekuatan 7,1 Skala Richter
Kota Bali Terkena Goncangan Gempa Bumi dari NTT Berkekuatan 7,1 Skala Richter

Kota Bali Terkena Goncangan Gempa Bumi dari NTT Berkekuatan 7,1 Skala Richter

Harianlampung.co.id РKota Bali Terkena Goncangan Gempa Bumi dari NTT Berkekuatan 7,1 Skala Richter. Bencana alam memang sangat rawan terjadi di Negara Indonesia, bencana alam bahkan dapat merusak segala bangunan, sawah, bahkan perkebunan masyarakat di Indonesia.  Bencana alam yang sangat dahsyat yaitu gempa bumi, yang informasinya telah menggoncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian Flores Indonesia.

Menurut berita yang dicuplik oleh Jejakberita.com Gempa bumi yang terjadi di Flores bagian Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang¬† berkekuatan 7,1 skala richter tersebut juga dirasakan penduduk di Bali. Sangat besar sekali getaran yang diguncangkan gempa bumi tersebut. Selain itu masyarakat daerah Bali pun dapat merasakan besarnya kekuatan gempa tersebut, berikut pengakuannya,”Masyarakat di Kabupaten Flores Timur, Kota Mataram dan sebagian Bali merasakan guncangan gempa lemah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan tertulisnya.

Gempa yang sangat dahsyat tersebut terjadi pada hari Jumat kemarin pada malam hari. Gempa tersebut juga telah mengguncang bagian timur Flores ikut terguncangan dengan getaran sedang dan daerah tersebut diantaranya adalah daerah sikka dan kupang. Dalam gempa tersebut memang belum terlihat adanya korban bencana gempa bumi, menurut warga daerah Nusa Tenggara Timur Saprol mengatakan bahwa sebelum kejadian tersebut masyarakat NTT telah di evakuasi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 21.45 WITA atau pukul 20.45 WIB, Jumat 27 Februari 2015. Pusat gempa berada di 104 kilometer barat laut Flores Timur dengan kedalaman 572 kilometer. Kendati gempa terjadi di laut, tidak ada potensi tsunami.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *