Pelapukan mengancam Candi Borobudur
Candi Borobudur

Pelapukan mengancam Candi Borobudur

Harianlampung.co.id – Candi Borobudur adalah salah satu peninggalan sejarah yang ada di Indonesia,  dan Candi Borobudur  juga merupakan salah satu Keajaiban Dunia yang kini telah dimakan usia.

Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyatakan akan terus memantau kebocoran pada dinding Candi Borobudur terlebih lagi pada musim hujan. Jika ini terjadi terus menerus maka dikhawatirkan akan terjadi pelapukan pada candi.

Menurut Yudi Suhartono selaku Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan BKB, kebocoran ini terjadi karena air keluar melalui dinding relief dan tidak melalui drainase yang ada. Disamping hal ini akan menyebabkan pelapukan, dikhawatirkan juga akan merusak relief karena terjadi kelembapan yang berlebihan.

“Pada musim hujan seperti sekarang, kami selalu memantau, apakah air yang ada di dinding candi berasal dari siraman air hujan atau karena ada kebocoran di sekitar batuan dan saluran drainasenya,” kata Yudi di Magelang, seperti dilansir dari Antara, Senin (9/3).

Yudi juga mengaku, hingga saat ini Candi Borobudur masih menjadi magnet bagi para wisatawan yang melancong ke wilayah jawa tengah. Wisata Candi Borobudur  setiap tahunnya dikunjungi hingga sekitar tiga juta wisatawan.

Bila kebocoran Candi Borobudur ini dibiarkan maka akan tumbuh mikroorganisme yang itimatis aka menyebabkan proses kimia serta memulai proses pelapukan pada batuan dan juga menimbulkan penggaraman yang akan berdampak dengan rusaknya dinding relief.

“Dampak dari kebocoran, kalau air masuk di sela-sela batu dan keluar ke dinding, maka batu lembap, sehingga tumbuh mikroorganisme seperti lumut, ganggang, jamur, dan bakteri,” ujar Yudi.

Yudi mengatakan, kebocoran ini terjadi biasanya dikarenakan lapisan kedap air rusak. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembongkaran dan pelaposan kembali agar bisa digunakan seperti semula. Dia juga menambahkan, tahun ini BKB berencana menganni kebococran du 12 titik pada sisi utara dan timur cani, perbaikan akan dilakukan menunggu musim kemarau nanti.

“Pembongkaran ini dilakukan orang yang ahli, tidak sembarangan orang dan setiap potongan batu diberi tanda sehingga ketika dikembalikan lagi bisa ketemu,” lanjut Yudi.


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *