Pengertian dan Keistimewaan Malam Nuzulul Quran
Pengertian dan Keistimewaan Malam Nuzulul Quran

Pengertian dan Keistimewaan Malam Nuzulul Quran

HarianLampung.co.id – Tak terasa kini Bulan Ramadhan telah memasuki hari ke -17 dan lebih spesialnya lagi hal tersebut bertepatan dengan Malam Nuzulul Quran yang merupakan salah satu tonggak sejarah dalam kehadiran serta perjalanan yang amat penting bagi para umat islam.

Malam Nuzulul Quran atau yang biasa disebut dengan malam seribu bulan merupakan sebuah peristiwa dimana Allah telah menurunkan wahyu pertamanya kepada nabi dan rosull kita Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril tepatnya di Gua Hira.

Malam Nuzulul Quran juga sering disebut sebagai malam yang paling istimewa bagi para umat muslin di seluruh dunia. Pasalnya dimalam tersebut banyak sekali kejadian-kejadian luar biasa sekaligus istimewa bagi perjalanan umat muslin atas turunya Alquran.

Sebagai umat muslim sudah sepatutnya kita terus meningkatkan kadar keimanan terlebih dalam memperingati Malam Nuzulul Quran yang memiliki banyak keistimewaan. Di Indonesia setiap tanggal 17 Ramadhan, biasanya dilakukan ceramah atau pengajian khusus bertemakan Nuzulul Qur’an. Dilihat dari pada bulan yang disuruh kita berpuasa sebulan penuh maka turunnya Al Quran terjadi pada bulan ramadhan.

Dan dilihat dari pada 10 hari terakhir pada bulan ramadhan turunnya lailatul qadar maka tentunya turunnya al quran terjadi pada 10 malam terakhir pada bulan ramadhan dan diikuti pada bulan2 selanjutnya. Dan menurut menurut musnad Imam Ahmad, turunnya Al-Qur’an pada tanggal 24 Ramadhan, namun masih ada perbedaan pendapat antara ulama. namun yang paling masyhur adalah tanggal 17 Ramadhan.

Turunnya Alquran tidak hanya sebuah penegasan atas kemuliaannya dan sekaligus yang menerimanya, yaitu Nabi Muhammad ,tetapi juga harus diiringi semangat untuk kembali kepada Alquran dan sunah, mempelajarai, menghayati, dan berazam mengamalkannya.

Antara Alquran dengan Nabi Muhammad adalah sesuatu yang tidak bisa dipisah. Bahkan, jika ingin mengetahui bagaimana Alquran dalam penerapan terbaik, jawabannya ada pada diri Nabi Muhammad.

Karena itu, Nuzulul Quran harusnya dimaknai sebagai upaya untuk kembali mempelajari Alquran dan semua sirah Nabi. Kehadiran Nabi adalah penjelas dan penerjemah paling benar terkait informasi-informasi Alquran.

Bahkan, ada yang menyebut kalimat sederhana terkait Alquran, Nabi Muhammad adalah Alquran yang berjalan. Memperingati Nuzulul Quran berarti sesungguhnya bersiap kembali menghidupkan Alquran dan sunah Nabi. Tiada hari dalam Ramadhan dan selepas Ramadhan kecuali bersama Alquran dan sunah Nabi SAW.


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *