Pesawat Aviastar Hilang Kontak, 10 Penumpang Hilang
Pesawat Aviastar Hilang Kontak, 10 Penumpang Hilang

Pesawat Aviastar Hilang Kontak, 10 Penumpang Hilang

HarianLampung.co.id – Kecelakaan Pesawat Terbang kembali terjadi yang kini menimpa Pesawat Aviastar dengan ruteĀ A Jemma Masamba ke Makassar. Menurut data informasi yang dipublikasikan, Aviastar sudah tak terlihat dalam radar kontak sejak pukul 13.36 WIB hari Jumat, 02 Oktober 2015 kemarin.

Pesawat Aviastar dengan kode penerbangan MV 7503 yang meluncur sekitar pukul 13.29 WIB itu seharunya sudah harus mendarat di Makassar sekitar pukul 14.39 WIB, namun naas hingga kini bahkan kontak radar dari pesawat tersebutpun tak terdeteksi lagi.

Hingga berita ini diturunkan pencarian Pesawawt Aviastar dengan tipe DHC/PKBRM ini masih terus berlangsung.

Di sisi lain, berdasarkan kutipan HarianLampung.co.id dari Detik.com dan Okezone.com, (03/10/2015), General Manajer Commercial and Bussines Development Aviastar, Petrus Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya menerima informasi dari perwakilan Aviastar di Makassar, bahwa salah satu pesawat Avistar seharusnya mendarat di Makassar pukul 15.39 Wita. Namun ternyata hilang kontak dengan menara pengawas.

“Sore sekitar pukul 14.40, kami terima informasi bahwa pesawat itu landing di Makassar pada pukul 15.39 waktu setempat. Namun pada saat itu belum ada kontak juga dengan menara pengawas dan tidak diketahui keberadaannya,” kata Petrus saat ditemui di Kantor Aviastar, Jakarta, Jumat.

Diketahui, pesawat yang berangkat dari Masamba pada pukul 14.25 Wita membawa tiga kru dan tujuh penumpang. Pada saat berangkat, pilot sempat dua kali mengadakan kontak dengan pihak Ujung Pandang pada pukul 14.33 WITA.

“Di pukul 14.33 Wita, mereka berada pada ketinggian 4.500 kaki. Kemudian pada 14.36 Wita, mereka izin lapor ingin naik di ketinggian 8.000 kaki,”beber Petrus.

Setelah naik di ketinggian 8.000 kaki, pesawat mengarah ke Makassar. Saat itu, pesawat seharusnya melaporkan posisinya pada pukul 15.15 Wita atau sekitar 60 nautical mile dari Ujung Makassar.

“Tapi sampai pada waktunya mereka (pengawas udara) kontak lagi untuk menanyakan posisinya namun tidak terjadi laporan. Mereka ditarik dan dihubungi oleh pengawas udara dari otoritas bandara, tapi tetap tidak menerima jawaban apapun,”tutupnya.


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook