Polri: Situs Islam yang Diblokir Mengandung Provokasi
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Charliyan. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO

Polri: Situs Islam yang Diblokir Mengandung Provokasi

Harianlampung.co.id – Pemblokiran yang berkaitan dengan situs-situs Islam akhi-akhir ini mengundang banyak perhatian masyarakat, terlebih lagi para netizen yang langsung melontarkan kritik pedas terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika dan juga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Terkait hal tersebut Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Charliyan menegaskan bahwasannya, pemblokiran yang dilakukan tersebut dilakukan bukan tidak berdasar.

“Situs yang diblokir mengandung provokasi, ajakan berbuat radikal, mengafirkan orang. Sudah jelas,” ujar Anton di kantornya, Rabu (1/4/2015).

Anton Charliyan juga mengatakan bahwa Polri telah memberi intruksi kepada BNPT untuk Kemenkominfo memblokir sejumlah situs dengan konten yang mengandung paham radikal. Menurutnya juga, intruksi tersebut bukan spontan dikeluarkan.

“Sebelum diminta ditutup, kan, kami diskusikan dahulu pasti. Nah, BNPT dan Kemenkominfo yang punya bukti-buktinya,” kata Anton.

Anton mengungkapkan bahwa dia mempersilahkan kepada pengelola situs jika keberatan atas pemblokiran tersebut. Ia memastikan bahwa BNPT dan Kemenkominfo memiliki alasan jelas mengapa situs itu diblokir.

“Ada yang protes karena situs itu resmi, jadi kenapa diblokir? Lah, memang kalau resmi boleh provokasi? Enggak, kan,” ujar Anton.

Sebelumnya, pengamat hubungan internasional Asrudin Azwar meminta agar pemerintah tidak asal memblokir situs yang dianggap mengandung paham radikalisme. Menurut Azwar, tidak semua situs yang diblokir tersebut mengandung paham radikal.

“Saya sayangkan pemerintah memblokir semua situs itu. Seharusnya pemerintah mengkaji lebih dulu satu per satu situs sebelum diblokir,” ujar Azwar saat ditemui seusai diskusi di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2015).

Ia meminta pemerintah tidak mengalami fobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap paham radikalisme.

Baca Juga :

Media Islam di Blokir, Ini Tanggapan Salah Satu Pimpinan Redaksi


Ragil wk on facebook
Ragil wk
"Kita tidak bisa hidup sendiri :)"
Semua hal yang pasti, memiliki ketentuan yang pasti pula.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *