Presiden Menolak Untuk Merevisi UU KPK, Surya Paloh: Kenapa Tidak?
Presiden Menolak Untuk Merevisi UU KPK, Surya Paloh Kenapa Tidak

Presiden Menolak Untuk Merevisi UU KPK, Surya Paloh: Kenapa Tidak?

HarianLampung.co.id – Polemik mengenai revisi UU KPK yang sempat menjadi perbincangan hangat akhirnya memunculkan wacana baru dimana Presiden Joko Widodo menolak untuk menyetujui revisi UU KPK karena menurut beliau, revisi tersebut hanya akan berakibat pada pelemahan KPK.

Hingga saat ini Revisi UU KPK masih menjadi pro dan kontra terlebih dikalangan pemerintah dan anggota dewan, namun seperti yang diungkapkan oleh Menko Polhukam Tedjo Edhy dalam sela-sela kesibukan revisi UU KPK dinilai tidak perlu dilakukan untuk saat ini.

Tedjo menuturkan, selama ini dengan UU yang ada KPK sudah kuat. Oleh karenanya tak perlu ada perbaikan.

“Kita ingin supaya KPK tetap kuat jalan. Tidak untuk memperlemah KPK,” ujar Tedjo. Soal OTT, apakah penyadapan tidak perlu direvisi?

“Biar saja dulu berjalan,” jawabnya.

Hal berbeda justru dilontarkan oleh Ketum Nasdem yakni Surya Paloh yang mendukung agenda DPR dan Pemerinta dalam membahas dan merivisi UU KPK Tahun 2015.

“Itu sedang dikaji. Kalau untuk perbaikan kenapa tidak. Karena niat dan tekad bagus,” ujar Paloh setelah acara buka puasa di Kantor Nasdem, Sabtu (20/6/2015).

Paloh mengutarakan, revisi dilakukan untuk memperkuat KPK. Dan revisi itu bertujuan untuk membuat KPK konsisten dalam menegakkan hukum. “Kalau UU dirasakan bisa memperbaiki untuk konsistensi di negara hukum, kenapa tidak,” ujar Paloh.

DPR dan pemerintah sepakat untuk memasukkan UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ke dalam Prolegnas Prioritas 2015. Revisi UU KPK merupakan usulan DPR, namun sebenarnya tak masuk ke Prolegnas Prioritas 2015. Adalah Menkum HAM Yasonna Laoly yang mendorong revisi UU KPK masuk Prolegnas Prioritas tahun ini dan disetujui oleh Badan Legislasi DPR.


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *