Segera Disahkan RUU PRT Mendapat Aksi di Hari Perempuan Internasional
Segera Disahkan RUU PRT Mendapat Aksi di Hari Perempuan Internasional

Segera Disahkan RUU PRT Mendapat Aksi di Hari Perempuan Internasional

Harianlampung.co.id –¬†Segera Disahkan RUU PRT Mendapat Aksi di Hari Perempuan Internasional. Tepat pada tanggal 8 Maret yang selalu menjadi peringatan hari besar dengan Hari Perempuan Internasional. Hal ini mengubah paradigma para perempuan untuk menggelar kebangkitan perempuan untuk menyambut hari Perempuan Internasional. Peringatan Hari Perempuan Internasional ini menjadi peringatan keberhasilan dalam bidang ekonomi, politik dan sosial yang sejarahnya terjadi pada tahun 1911 di Kota New York yang menjadi hak seorang perempuan berhasil dalam kegiatannya. Dan hak tersebut sangat di apresiasi di seluruh dunia.

Di Indonesia terkait dengan RUU Pembantu Rumah Tangga (PRT) mejadi sebuah perbincangan yang menjadi tranding topik di ranah pemerintahan. Hal tersebut mendapat gelar aksi damai di Bunderan Hotel Indonesia (HI) di Jakarta. Para Pembantu Rumah Tangga menggelar aksi tersebut dipicu oleh belum disahkannya Rancangan Undang – Undang (RUU) mengenai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Ini di bawah arahan Direktur Eksekutig Migrant Care meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segerah RUU PRT tersebut.

Aksi ini digelar dari beragam lembaga yang terdiri 150 perempuan dan 53 kabupaten di Indonesia. Kelompok ini terus berjuang dan meminta pemerintah melindungi kaum perempuan di Indonesia. Berikut pernyataan Anis yang dilansir melalui Tribunnews.com mengenai RUU PRT;

“Saat ini belum ada regulasi untuk itu. Pemerintah harus sahkan UU PRT. Ini sudah diusulkan 10 tahun,” kata Anis setelah melaksanakan aksi.

“Mereka belum dilindungi. Mereka ini sangat penting dan sangat rentan, rentan tidak digaji, rentan diperkosa, dan rentan lainnya, karena belum ada regulasinya,” tambah Anis.

Dalam aksi yang digelarnya ternyata para PRT ini tampak heboh dan setiap perempuan diharuskan membawa beberapa peralatan rumah tangga. Diantaranya: sapu, panci, dan ember. Selain, peralatan rumah tangga, massa juga membawa beberapa spanduk yang meminta pemerintah segera mengesahkan undang-undang PRT.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *