Semaraknya Perayaan HUT KE 47 Desa Labuhan Ratu Enam

Semaraknya Perayaan HUT KE 47 Desa Labuhan Ratu Enam

LAMPUNG TIMUR, (PESLAM) – HarianLampung.co.id.Hari Ulang Tahun (Hut) ke-47 Desa Labuhan Ratu Enam, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur di peringati dengan semarak oleh lebih dari ribuan masyarakat terdiri dari berbagai elemen warga dan siswa-siswi Paud, TK, SD dan SMP desa tersebut, Jum’at, (14/01/2016).

Tidak hanya elemen warga dan para anak didik, seluruh aparat desa mulai dari Kepala desa, Sekdes, Kaur, Kadus, RT, LPM, BPD, Linmas dan para tokoh pendiri desa juga hadir serta turut menyemarakkan helatan setahun seklai yang di gelar di seputar halaman balai Desa Labuhan Ratu Enam kecamatan setempat.

Seluruh anak didik dan warga yang hadir tampak begitu semangat merayakan Hut ke-47 desanya. Secara berkelompok, mereka mengenakan busana susuai dengan tema budaya yang diusung. Perayaan tersebut juga di meriahkan dengan stand-stand pameran dari berbagai produk industri rumahan hingga hasil pertanian warga.

Selain sajian perayaan yang dikemas secara menarik, berbagai kegiatan perlombaan juga di laksanakan. Namun tak kalah menarik dari perhelatan itu adalah karnaval budaya puluhan kelompok siswa dan warga. Gelaran seni budaya dan parade karnaval, sebagai puncak Hut ke-47 desa itu benar-benar menjadi tontonan spektakuler.

Inilah event akbar yang mewadahi sekaligus wahana mengaktualisasikan keragaman budaya dan seni tradisional yang tumbuh di desa berjuluk Gajah Putih itu. Sepasukan sesepuh desa jadi barisan pembuka, disusul barisan pembawa tumpeng buah-buahan dan puluhan kelompok dari berbagai latar budaya dan kelompok siswa.

Parade di mulai di depan balai desa setempat kemudian memutar dan finish di lapangan desa setempat. Acara ditutup dengan kenduri tumpeng buah yang cukup meriah melibatkan seluruh masyarakat. Dengan antusias, ratusan warga spontan menyerbu tumpeng untuk mendapatkan keberuntungan melalui buah yang di dapat.

Hingar bingar nampak tak hanya dirasakan oleh anak didik dan seluruh warga yang hadir, tetapi juga dirasakan oleh Prayitno Kepala Desa Labuhan Ratu Enam. Pada kesempatran itu, Prayitno memberikan penghargaan terhadap antusias warga dalam mengikuti serta memeriahkan pelaksanaan Hut ke-47 Desa Labuhan Ratu Enam.

Ia menyebut, perayan Hut desa itu merupakan acara sedekah bumi dengan bentuk ritual. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur atas nikmat dan berkah atau keselamatan yang di berikan Allah SWT. Selain itu, dampak dari kegiatan juga sangat baik untuk memupuk semangat gotong royong dan rasa kebersamaan antar warga.

Untuk itu, lanjutnya, jika kebersamaan seluruh warga dapat lebih bersinergi, Pemerintahan Desa tentu akan lebih mudah dalam menciptakan suasana kondusif di lingkungan warga. Dia sangat bersyukur kegiatan bisa berlangsung dengan sukses. “Semua ini tak lepas dari peran panitia dan seluruh warga desa,” ujar Prayitno.

Menurut Paryit, perayaan Hut desa digelar untuk memohon keselamatan kepada sang pencipta agar tanah dan warga desa terhindar dari marabahaya. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka melestarikan warisan budaya leluhur bangsa yang di dalamnya terkandung makna hubungan antara manusia dan alam sekitar.

“Selain dapat mempererat tali silaturahmi, perayaan semacam ini juga sangat bermakna dan bermanfaat bagi warga desa. Hal yang paling mendasar dari kegiatan ini adalah bisa menumbuhkan semangat gotong-royong di kalangan warga, sehingga saling bekerja sama, bahu-membahu dalam menggelar perayaan ini,” ugkap Prayit. ■ (Cho/Dar)


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook