Setelah Sendal, Kini Lafadz Allah Kembali Ditemukan di Bungkus Permen
Setelah Sendal, Kini Lafadz Allah Kembali Ditemukan di Bungkus Permen

Setelah Sendal, Kini Lafadz Allah Kembali Ditemukan di Bungkus Permen

HarianLampung.co.id – Setelah dihebohkan dengan penemuan beberapa icon yang berbentuk Lafadz Allah dibagian alas sendal, kini publik tanah air kembali digegerkan dengan pelesetan nama Allah di bungkus permen.

Beradasarkan informasi yang beredar dan dikutip HarianLampung, penemuan permen yang menghina Nama Allah pertama kali ditemukan oleh netizen bernama Miko Abdurrohman. Didalam status facebook nya dia mengungkapkan penemuan bungkus permen Rainbow yang dia beli mengandung unsur penghinaan. dibalik permen tersebut bertuliskan bahasa Gaul #008 Arti Ya Allah.

“Mudah sekali manusia meremehkan lafadz Allah, bahkan diletakkan di bungkus permen yang akan dibuang di tong sampah atau diinjak injak,” tulis laman tersebut.

Tak heran jika bungkus permen bertuliskan plesetan nama Allah ini menggegerkan media sosial dan ramai diperbincangkan. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari PT Ultra Prima Abadi terkait hal ini.

Lafadz Allah di Bungkus Permen

Lafadz Allah di Bungkus Permen

Lafadz Allah di Bungkus Permen

Dilansir Sharia.co.id, ada sebuah kisah yang relevan dengan situasi kekinian tersebut.

Seorang khalifah Umayah pernah uang satu dinar terjatuh di dalam sumur. Sedangkan uang tersebut bertuliskan lafal Allah.

Maka beliau memerintahkan seseorang untuk menyelam ke sumur itu untuk mengambil uang satu dinar yang ada lafal Allah dengan mbayarnya 1.000 dinar.

Ketika ditanya kenapa demikian, padahal ia hanya satu dinar, maka khalifah Muawiyah berkata bahwa hal ini karena ia memuliakan lafadz Allah.

“Namun sekarang, mudah sekali manusia meremehkan lafadz Allah, bahkan diletakkan di bungkus permen yang akan dibuang di tong sampah atau diinjak injak,” tulis laman tersebut.

Baca Juga: “Sandal Berlafadzh Allah”


Imam Bukhori on twitterImam Bukhori on facebook
Imam Bukhori
Dibesarkan dari kalangan sederhana membuat sosok Imam tumbuh menjadi seorang yang haus akan perubahan terurama disisi teknologi, terlebih dimana saat ini berada di perkembangan pesat teknologi membuat mata saya terbuka akan semua hal yang berkaitan dengan inovasi terbaru maupun membandingkan hal-hal yang berbau teknologi, tak pelak saya sebagai penulis HarianLampung.co.id lebih berfokus terhadap kategori Teknologi.

Komentar Facebook