Strategi TNI dalam Menyiasati Keterbatasan Anggaran Alutsista
Strategi TNI dalam Menyiasati Keterbatasan Anggaran Alutsista

Strategi TNI dalam Menyiasati Keterbatasan Anggaran Alutsista

HarianLampung.co.id – Pasca jatuhnya pesawat Hercules yang tengah mengudara di kawasan Medan, Sumatera Utara membuat berbagai pihak terus menyuarakan untuk meremajakan persenjataan Alutsista Indonesia. Tak hanya itu berbagai pemangku kebijakan dan pemerinta juga turut dituntut untuk lebih memaksimalkan anggaran untuk pertahanan kemiliteran demi keutuhan NKRI.

Problematika yang dihadapi TNI saa tini memang terbilang klasik yakni masih berkutat dalam lingkaran anggaran yang minim untuk meremajakan seluruh sistem senjata alutsista di tanah air.

Hal tersebut juga mendapat sorotan dari Direktur Eksekustif Center For Strategic and International Studies (SCIS) Rizal Sukma, yang turut menuturkan kejadian beruntun yang menimpa pesawat hercules merupakan klimaks dari segala problem yang dihadapi TNI khususnya terkait Alutsista.

“Sehingga menurut saya tidak ada pilihan lain bagi sistem alutsista Indonesia selain harus dilakukan peninjauan ulang secara betul,” kata Rizal di Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Untuk menyiasati keterbatasan anggaran pertahanan negara dari segi APBN, Rizal Sukma mengusulkan kepada TNI untuk fokus pada empat area. Fokus pertama adalah membangun kemampuan mobilitas pertahanan di darat, laut, dan udara dengan memprioritaskan pada pengadaan alat-alat transportasi militer.

“Implikasi area ini cukup banyak, seperti untuk mengangkut pasukan dalam sebuah operasi nonmiliter yang sangat tergantung pada kecepatan dan pergerakan pasukan,” ucapnya.

Kedua, memperkuat kemampuan pengintaian dan penginderaan. Sebab, kaitan yang dimiliki oleh area ini sangat besar terhadap prioritas pemerintah yang lain, seperti masalah pencurian ikan, pelanggaran perbatasan, dan penyelundupan.

Ketiga, fokus pada bidang yang memiliki kaitan dengan operasi bersifat kemanusiaan, seperti bantuan kemanusiaan pascabencana.

Keempat, peningkatan peran dan kontribusi TNI pada perdamaian dunia, terutama dalam tugas penjaga perdamaian yang inisiatifnya berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Nuri Agustina on facebook
Nuri Agustina
Berawal dari banyaknya isu rasis yang berkembang dan saya alami dibangku sekolah, tentunya bayang-bayang akan perpecahan dikalangan masyarakat tanah air yang nota bene memiliki banyak sekali suku dan budaya seringkali menganggu jalan fikiran, hal tersebut yang mendorong saya untuk terus berkarya di kategori Nasional dengan harapan tak ada lagi isu seperti itu dan kembali membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *