Tatang Koswara Legendaris Sniper Indonesia Tutup Usia
Tatang Koswara Legendaris Sniper Indonesia Tutup Usia

Tatang Koswara Legendaris Sniper Indonesia Tutup Usia

Harianlampung.co.id – Dalam era tahun penjajahan di Indonesia memang sangat tidak bisa kita lihat dengan meta kepala sendiri selain melihat dokumentasi yang terjadi melalui Foto dan Video. Dalam penjajahan di Negara Indonesia sudah berlangsung selama 360 tahun. Dalam perang tersebut ternyata Indonesia memiliki penembak jitu (Sniper) yang sangat profesional. Sniper dari Indonesia tersebut bernama Tatang Koswara. Beliau dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan Indonesia.

Kabar terbaru mengenai Tatang Koswara pun baru terdengar saat beliau menghadiri acara di Media Televisi Hitam Putih, namun yang terdengar hanya berita duka, setelah mengikuti acara tersebut sontak Tatang Koswara pun mengeluhkan jantungnya terasa sakit. Kemudian pihak Crew Hitam Putih membawanya kerumah sakit, saat ditengah perjalanan ternyata nyawa dari penembak jitu (Sniper) dari Indonesia ini tidak bisa tertolong lagi.

Ini dia kutipan yang sempat beliau utarakan sebelum meninggal yang dikutip dari Tempo.co,“Sebelum meninggal beliau berkata pada saya:”darahku di merah putih’ sejenak stlh itu beliau terkena serangan jantung. #hitamputihberduka.

Prestasi yang diraih beliau juga tidak sedikit, beliau juga dikenal di dunia yang memiliki kecekatan dalam masalah tembak – menembak. Tatang Koswara juga sudah masuk ke dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia.

Berikut perjalanan Tatang Koswara yang sempat dikutip melalui media Tempo.co mengenai perjalanan hidupnya hingga beliau dijuluki sebagai sniper legendaris,

  • Tatang mulai masuk militer melalui jalur tamtama di Banten pada 1966. Pada 1977 – 1978 Tatang beroperasi di Timor Timur. Di bekas provinsi Indonesia itu, lebih dari 40 orang fretilin menjadi korban tembakan jitunya.
  • Meski punya ijazah Sekolah Teknik (setara SMP), Tatang melamar sebagai prajurit tamtama menggunakan ijazah SR (Sekolah Rakyat) atau Sekolah Dasar. Selang beberapa tahun ia mengikuti penyesuaian pangkat sesuai ijazah yang dimiliknya itu.
  • Sebagai bintara, ia ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif). Di sana pula ia mendapatkan mengikuti berbagai pelatihan, mulai kualifikasi raider hingga sniper. Ia menggunakan sandi S-3 alias siluman 3.
  • Suami Tati Hayati yang dinikahinya pada 1968 ini pensiun tentara pada 1994 dan menetap di Bandung.

#Berikut foto – foto Tatang Koswara

https://www.youtube.com/watch?v=IM-4V_yxLxA


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *