Wafatnya Gitaris Yeppy Romero Setelah Tampil di Java Jazz 2015
Wafatnya Gitaris Yeppy Romero Setelah Tampil di Java Jazz 2015

Wafatnya Gitaris Yeppy Romero Setelah Tampil di Java Jazz 2015

Harianlampung.co.id – Wafatnya Gitaris Yeppy Romero Setelah Tampil di Java Jazz 2015. Musik yang di gelar di Jakarta Java Jazz International Expo menjadi saksi wafatnya Gitaris Yeppy Romero. Pengusaan gitar latin yang sangat di gemari para pendengar musik jazz itu harus kehilangan sosok yang biasa dipanggil Mr Yeppy Romero. Beliau meninggal kira – kira pas tengah malam pada pukul 24:00 WIB.

Pasalnya Mr Yeppy Romero itu ikut serta dalam International Expo (JIExpo), tak lama dari acara tersebut telah datang tim medis yang terburu – buru mendorong sebuah tandu beroda dan akan di bawa ke mobil Ambulans. Kabar meninggalnya tersebut juga telah tersebar di media sosial Twitter yang masih kerabatnya yaitu John Paul Ivan yang juga seprofesi menjadi gitaris.

John Paul langsung menulisnya di akun miliknya; “Barusan dikasih tau, Berita duka! Selamat jalan gitaris maestro Latinos Mr. Yeppy Romero, rest in peace bro. Meninggal after show java jazz pukul 02.21 dini hari.”

Mr Yeppy Romero langsung di bawa ke kediamannya di daerah Cikini, berikut inofrmasi yang diberikan kepada anda mengenai wafatnya Gitaris Yeppy Romero yang dikutip melalui Kompas.com

“Menurut informasi dari @DapurLetter_, kini jenazah Yeppy tengah disemayamkan di Rumah Duka Cikini. “berita duka cita, telah meninggal dunia Yeppy Romero Citra Intirama, pada hari sabtu jam 12 malam, jenazah disemayamkan di Rumah Duka Cikini,” tulis @DapurLetter_.

Selain itu prestasi yang membanggakan bagi Mr Yeppy Romero sangat membangun para pemusik pemuda Indonesia, prestasi yang sangat luar biasa. Mr Yeppy Romero juga merupakan peraih sertifikat MURI untuk permainan gitar selama 10 jam non stop, dengan 150 lagu dalam empat bahasa dan 10 genre musik, serta kolaborasi dengan 100 pemusik papan atas Indonesia, pada 16 Maret 2008.

Mungkin kita belum mengetahui sekilas tentang Mr Yeppy Romero, berikut informasi perjalanan beliau bermain musik; Ia tercatat pula berpengalaman luas dalam menangani artis-artis musik ternama Indonesia, khususnya dalam hal kontrak kerja sama peralatan musik dengan perusahaan tempat ia bekerja, yaitu  salah satu perusahaan distributor alat musik terbesar di Indonesia. Artis-artis musik yang telah ia kontrak adalah  Gilang Ramadhan, Gerry Herb, Sandy Andarusman, Donny Suhendra, Didiet Ari Lasso, Herman Jamrud, Eross dan Brian “Sheila On 7”, Ervin dan Ernest “Cokelat”, Rere, Hendy GIGI, Tom Tom “The Titans”, Chandra “Samsons”, Seno, Indra dan Moldy “Raja”, Purwacaraka, dan Dwiki Dharmawan. Ia juga pernah menjadi asisten khusus Ireng Maulana selama empat tahun dan koordinator lapangan Jakarta International Jazz Festival (Jak Jazz) 1991-1995; Assistant to Chairman of Java Jazz Festival Musical Instrument (2005, 2006, 2007, dan 2008); dan beberapa kali tampil dalam Java Jazz Festival. Dalam hal tersebut hanya doa yang bisa kita panjatkan agar beliau tenang di alam sana, dan prestasi serta motivasinya dapat membangun pemuda di Negara Indonesia.


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *