Media Inspirasi Masa Kini

Google Pay Tutup di Amerika Serikat: Pengguna Harus Beralih ke Google Wallet

Google Pay

HarianLampung.co.id – Informasi terbaru seputar Google Pay Ditutup Mulai Juni 2024, Diganti Google Wallet.

Aplikasi pembayaran buatan Google, Google Pay, akan segera meresmikan pensiunnya di Amerika Serikat per 4 Juni 2024.

Tidak lagi bisa kirim-minta uang atau nikmati layanan peer-to-peer (P2P), nih. Langsung aja, yuk, kita kupas tuntas!

Transisi Menuju Google Wallet

Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi, Google, bahwa Google Pay bakal digantikan oleh Google Wallet. Langkah ini ternyata dilakukan untuk menyederhanakan aplikasi pembayaran mereka.

Pengguna, jangan khawatir, meski tidak bisa lagi berlama-lama bermain-main dengan uang di Google Pay, saldo kalian masih bisa ditransfer ke rekening bank melalui aplikasi tersebut.

Google emang bikin aturan baru, tapi kita tetap bisa stay cool, kan?

Google Wallet Melampaui Google Pay

Menurut TechCrunch, Google Wallet telah sukses menggantikan Google Pay, dengan jumlah pengguna yang meroket hingga lima kali lipat, menjangkau 180 negara.

Duh, Google Wallet emang jagoan! Layanan ini nggak hanya sekadar pembayaran, tapi bisa juga untuk beli tiket transportasi, kartu identitas negara, SIM, dan malah ada kunci mobil virtual. Keren, ya?

Asal Usul Google Wallet

Sedikit flashback, Google Wallet ternyata sudah berdiri sejak 2011. Wah, ternyata udah lama juga ya. Dulu, sistem ini dikenal sebagai sistem ketuk untuk membayar, meluncur beberapa tahun sebelum kehadiran Apple Pay.

Google Wallet dulu didukung oleh Mastercard dan beberapa toko keren seperti Macy’s. Berjalannya waktu, Android Pay dan Google Wallet kemudian berfusi dan berganti nama jadi Google Pay.

Eh, tapi sekarang malah kembali lagi jadi Google Wallet. Bingung? Tenang, kita sama-sama pelan-pelan.

Sundar Pichai, Google, dan PHK

Keputusan mengejutkan ini ternyata beriringan dengan pernyataan CEO Google, Sundar Pichai, yang sempat ngomong bakal ada PHK lebih banyak lagi di 2024.

Alasannya?

Rampingkan perusahaan supaya bisa lebih cepat bekerja.

The Verge melaporkan bahwa Sundar mengatakan perampingan ini juga untuk mendukung rencana besar Google dalam investasi tahun 2024, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Gelombang PHK di Google

Google memang bukan kali ini saja ngumumin PHK. Pada Januari 2023, perusahaan induk Google, Alphabet, merencanakan pemangkasan 12.000 pekerja atau sekitar 6% dari total karyawan global mereka.

Hingga September 2023, jumlah karyawan Google sempat menyusut dari 190.700 menjadi 182.381 orang.

Bukan cuma itu, Januari 2024 jadi bulan PHK lagi, terutama di divisi perangkat lunak dan produk yang dimiliki atau diakuisisi Google seperti Pixel, Nest, dan Fitbit.

Bahkan, hanya beberapa hari setelahnya, ratusan karyawan lagi yang bekerja di divisi asisten digital, perangkat keras, dan tim engineering harus berpamitan.

Aduh, semoga yang kena PHK cepet dapat pekerjaan baru ya!

Jadi, gimana nih pendapat kalian tentang Google Pay yang tutup dan era kejayaan Google Wallet? Share dong di kolom komentar!

Temukan Artikel Viral kami di Google News