Media Inspirasi Masa Kini
News  

Dinas SDA DKI imbau jaga fungsi waduk pengendali banjir

harianlampung.co.id – Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengimbau warga menjaga fungsi waduk sebagai pengendali banjir banjir dengan cara tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air.

“Kita minta juga dijaga bersama, jadi jangan hanya menjadi beban atau pemerintah saja, ini tanggung jawab bersama,” kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Dudi Gardesi dalam gelar wicara daring “Mengenal Ruang Limpah Sungai Jakarta” di Jakarta, Jumat.

Dudi menuturkan sudah seharusnya warga bisa menjaga kebersihan sekitar seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak mencemari air, hingga menghindari memotong pohon sembarangan.

Baca Juga  Dolar di puncak 24 tahun terhadap yen, karena imbal hasil AS melonjak

Menurutnya, fasilitas yang dibangun oleh pemerintah di ruang publik tidak semata-mata seremonial melainkan bisa memberi manfaat terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga menjadi tanggungjawab bersama untuk memeliharanya.

“Sehingga apa yang dibangun pemerintah itu benar-benar optimal berfungsi sebagai infrastruktur kota yang bermanfaat untuk warga,” jelasnya.

Ditambahkan pula manfaat ruang terbuka yang dirawat bersama ini nantinya juga demi kenyamanan dan keindahan bagi warga di seluruh Indonesia yang mengunjungi tempat tersebut.

Dengan demikian, Dudi menegaskan daripada membuat banyak peraturan lebih baik masyarakat menciptakan kesadaran sendiri untuk menjaga lingkungan.

Baca Juga  Ukraina Terkini: Serentetan Ledakan Guncang Kharkiv dan Zaporizhzhia

“Justru kita mengharapkan kepemilikan daripada masing-masing warga tanggung jawabnya terkait infrastruktur, itu akan lebih bermanfaat secara keseluruhan,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Yusmada Faizal mengatakan waduk yang difungsikan sebagai Ruang Limpah Sungai akan menjadi ruang terbuka biru yang menjadi bagian proyek 942 yakni sembilan polder, empat waduk, dan dua sungai.

Adapun empat waduk itu yakni Brigif, Waduk Lebak Bulus, Waduk Pondok Ranggon, dan Wirajasa yang didanai menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dikucurkan oleh BUMN, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Baca Juga  Kabar Leslar Entertainment Bubar, Manajer Sebut Rizky Billar-Lesti Kejora Ingin Kurangi Aktivitas

Meski tidak menyebut khusus nilai anggaran, namun pinjaman itu dibayarkan menggunakan APBD tahun jamak 2021-2022.

Ia menambahkan pembangunan empat itu saat ini sedang tahap penyelesaian yang baru mencapai total 70 persen.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”