Media Inspirasi Masa Kini

Mengenal Beda Jenis Aki untuk Mobil Anda

harianlampung.co.id – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2020/12/11/NaRYWXKq/thumnails-berita-06cb.png”>

Peranan aki pada sistem kelistrikan mobil cukup vital, karena fungsinya sebagai media penyimpanan arus listrik. Arus listrik yang tersimpan di aki dibutuhkan untuk beberapa sektor, seperti kelistrikan, pengapian, sistem audio hingga bermacam aksesori. Sehingga aki dengan kondisi baik sangat diperlukan untuk kepentingan berkendara sehari-hari.

Beberapa jenis aki mobil yang bisa digunakan

Di pasaran saat ini tersedia beragam jenis aki yang bisa dipergunakan untuk mobil Anda. Setiap jenis aki memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk mengenal jenis-jenis aki mobil, kami akan kategorikan dalam empat tipe. Ini dia penjelasan secara mendalam dari masing-masing jenis aki.

1. Aki Basah (Konvensional)

Bentuk aki basah

Hingga saat ini, aki basah masih populer digunakan pada mobil. aki basah berisi cairan asam sulfat (H2SO4) sebagai zat elektrolit untuk menyimpan arus listrik. Ciri utamanya adalah, memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki. Air aki bisa berkurang akibat penguapan, saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki.

Baca Juga  Mazda Jadi Official Car Kompetisi Marathon International di Bali

Khusus aki jenis ini, harus rajin memeriksa ketinggian level air aki secara rutin. Jika level air aki sampai kurang, akan membuat sel aki-nya menjadi rusak akibat kekurangan cairan elektrolitnya. Aki basah memiliki sifat self-discharge (pengisian arus listrik) paling besar dibanding aki jenis lain. Sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat didiamkan terlalu lama.

2. Aki Hybrid

Bentuk aki hybrid

Baca Juga  Tidak Bayar Pajak Dua Tahun, Siap-Siap STNK Tidak Bisa Diperpanjang

Pada dasarnya aki hybrid tak jauh berbeda dengan aki basah, hanya terdapat perbedaan pada material aki-nya saja. Pada aki hybrid, selnya menggunakan lapisan low-antimonial (minim penguapan) pada sel positif dan kalsium pada sel negatif. Hal tersebut membuat aki jenis ini memiliki performa dan sifat self-discharge yang lebih baik dari aki basah, namun dengan tingkat penguapan air aki yang minim.

3. Aki Sealed (Kering)

Bentuk aki kering

Aki jenis ini, selnya terbuat dari bahan kalsium yang disekat oleh jaring berisi bahan elektrolit berbentuk gel, dan dikemas dalam wadah tertutup rapat. Aki jenis ini kerap dijuluki sebagai aki kering. Sifat elektrolitnya memiliki kecepatan penyimpanan listrik yang lebih baik.

Baca Juga  Perawatan Mobil Innova Diesel, Jangan Telat Ganti Komponen Ini

Karena selnya terbuat dari bahan kalsium, aki ini memiliki kemampuan penyimpanan listrik yang jauh lebih baik ketimbang aki tipe lainnya. Kemasannya yang tertutup rapat membuat aki sealed bebas ditempatkan dengan berbagai posisi. Namun karena wadahnya tertutup rapat, membuat aki seperti ini tidak tahan pada temperatur tinggi. Sehingga dibutuhkan penyekat panas tambahan apabila aki jenis ini diletakkan di kompartemen mesin.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”