Media Inspirasi Masa Kini

Kostum Reog Indonesia di MGI 2022 Padukan Sentuhan Teknologi dan Budaya

harianlampung.co.id – Kontestan Miss Grand International (MGI 2022) asal Indonesia, Andina Julie tampil memukau di panggung kompetisi National Costume pada Kamis malam (20/10/2022).

Wanita berusia 21 tahun itu membawakan kostum nasional bertemakan “The Mystical Art of Reyog” yang memadukan sentuhan teknologi dan keindahan budaya Reog sebagai seni tari tradisional dari Ponorogo, Jawa Timur.

Sebagai sosok penting yang merancang kostum tersebut, desainer asal Bali, Inggi Kendran , mengatakan bahwa pembuatan kostum ini cukup rumit dan membutuhkan waktu hingga 2,5 bulan.

Apalagi, kostum itu juga harus mengkolaborasikan dengan teknologi, sehingga ada banyak sekali langkah-langkah berututan yang perlu dikuasainya.

“Saya benar-benar harus bisa menyesuaikan desain dengan unsur robotiknya supaya bisa gerak,” katanya ditemui usai perhelatan National Costume Miss Grand International 2022 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat.

Dia pun mengungkapkan bahwa ada beberapa pihak yang terlibat untuk merancang teknologi pada kostum Reog ini seperti seniman ogoh-ogoh di Bali Cuplis Art dan salah satu mahasiswa dari Politeknik Bali yang bernama Angga.

Baca Juga  Kemarin, metaverse di JFW 2023 hingga IMOS edukasi kendaraan listrik

“Detail dari kostum ini sendiri terinspirasi dari si pemakai Reog, yang mana saya modifikasi menyesuaikan dengan gaya dan kebutuhan panggung untuk kompetisi.”

“Jadi, pastinya ini adalah kombinasi yang menurut saya sangat Indonesia dan sangat mewakili daerah Jawa Timur dengan detail yang sangat menggambarkan Reog,” terangnya.

Mengingat dirinya adalah orang Bali, Inggi pun tidak menampik jika kostum ini masih mengalir unsur khas Bali yang terlihat dari aksen-aksennya.

“Mungkin kalau ada orang yang lebih paham dan jeli melihat detailnya akan tahu bahwa itu adalah detail Bali di bagian ukiran,” terangnya.

“Tapi kalau menurut saya, ukiran Bali dan Jawa masih ada kemiripan apalagi kalau dilihat dari jarak jauh. Dan yang terpenting sebenarnya tampilan secara keseluruhan tidak mengurangi makna Reog itu sendiri,” jelas dia.

Baca Juga  Negara Ini Lagi Berjuang Hadapi DBD, Ada 900 Kasus Sehari

Karya lokal diminati kontestan negara lain

Ditemui di tempat yang sama, Ivan Gunawan selaku National Director Miss Grand Indonesia 2022 juga mengatakan bahwa melalui perhelatan ini, karya desainer lokal terbukti banyak diminati oleh kontestan dari negara lain.

“Jadi, bukan hanya Indonesia saja yang bekerja sama dengan Inggi untuk membuat kostum nasional, tetapi juga Australia,” ungkapnya.

“Intiya, karya desainer lokal ini banyak diminati oleh kontestan negara lain. Bahkan, jauh-jauh hari sudah banyak kontestan dari luar yang memesan baju desainer Indonesia, request MUA Indonesia, dan salah satu national costume juga dibuat di Indonesia,” ujar dia.

Ivan pun menambahkan bahwa perhelatan Miss Grand International 2022 ini dia banyak melibatkan desainer lokal seperti Didiet Maulana dan juga Iwan Tirta.

“Sebelumnya perhelatan di Bali itu saya dibantu oleh Didiet dan untuk kontes sportswear pada final nanti saya akan merancangnya menggunakan batik yang bekerja sama dengan Iwan Tirta,” kata Ivan.

“Bersyukur banget sih kita punya banyak budaya dan ruang untuk berkreasi. Ini bisa jadi ajang memperkenalkan desain Indonesia dan pembuktian bahwa karya anak bangsa sudah tidak dipandang sebelah mata,” imbuhnya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”