Media Inspirasi Masa Kini

Toyota Tunjuk Yamaha Kembangkan Mesin V8 Baru, Untuk Apa Ya?

harianlampung.co.id – SHIZOUKA – Setelah sukses mengembangkan supercar Lexus LFA pada 2010 silam, Yamaha Motor kembali mendapatkan tugas dari Toyota untuk membangun sebuah mesin khusus berbahan bakar hidrogen. Pengembangan antar kedua perusahaan tersebut didorong oleh keputusan untuk mengeksplorasi dan memperluas pilihan bahan bakar mesin konvensional di Jepang.

Konfigurasi mesin V8 buatan Yamaha dan Toyota

Peran Yamaha pada pengembangan mesin V8

Kali ini, Yamaha dan Toyota menggunakan mesin dengan konfigurasi V8 berkapasitas 5.0 liter dan tentu saja didukung teknologi bahan bakar hidrogen yang efisien dan ramah lingkungan. Kabarnya Yamaha mengambil dari basis V8 yang digunakan oleh Lexus RC F dan melakukan penyempurnaan di beberapa bagiannya. Salah satunya ialah injektor, kepala silinder, intake manifold dan sejumlah part yang menghasilkan tenaga maksimal mencapai 437 hp serta torsi yang mencapai 539 Nm.

Performa yang dihasilkan oleh mesin tersebut tidak terlalu jauh dari apa yang dihasilkan oleh versi bensinnya. Bahkan sempat tersiar kabar kalau Yamaha telah memulai pengembangan mesin hidrogen V8 ini sejak lima tahun lalu. Hidrogen diklaim bisa menjadi salah satu alternatif sumber tenaga kendaraan di masa depan selain mobil listrik dan hybrid. Meski demikian belum diketahui, mobil apa yang akan menggunakan teknologi ini namun pastinya Yamaha masih terus melakukan pengujian pada mesin tersebut.

Baca Juga  Tak Boleh Asal, Ini Batasan Modifikasi Pelat Nomor Kendaraan

“Saya mulai melihat bahwa mesin yang hanya menggunakan hidrogen untuk bahan bakar sebenarnya memiliki karakteristik kinerja yang sangat menyenangkan dan mudah digunakan. Mesin hidrogen memiliki rasa ramah bawaan yang membuatnya mudah digunakan bahkan tanpa menggunakan alat bantu mengemudi elektronik,” kata kata Takeshi Yamada, Team of R&D Departemen Yamaha.

Terdapat berbagai tantangan untuk proses pengembangan mesin hidrogen yang basisnya diambil dari sebuah mesin konvensional. Selain itu, para tim R&D Yamaha juga melakukan penyesuaian pada sistem pembuangan mesin hidrogen V8 ini sehingga di lubang knalpotnya menghasilkan suara yang unik. Hal tersebut diklaim sebagai salah satu upaya memberikan daya tarik baru dari kendaraan berbahan bakar hidrogen ini.

Baca Juga  Daftar Museum Mobil Dunia yang Bisa Dikunjungi Secara Virtual

“Saya pribadi ingin mengejar tidak hanya performa tetapi juga daya pikat baru untuk mesin pembakaran internal yang belum pernah dilihat dunia,” kata Yamada.

Yamaha Motor merupakan salah satu perusahaan otomotif yang masih berfikir jika kendaraan ramah lingkungan juga bisa dieksplorasi dari mesin-mesin konvensional. Salah satunya ialah mengubah sistem mesin konvensional dari sebelumnya menggunakan bensin lalu diubah untuk menggunakan bahan bakar hidrogen.

“Kami optimis dapat melakukan yang terbaik. ‘Motor’ adalah atas nama perusahaan kami dan karenanya kami memiliki semangat yang kuat dan tingkat komitmen terhadap mesin pembakaran internal,” jelas bos Yamaha Motor, Yoshihiro Hidaka.

Baca Juga  Kepada TNI, Jokowi Instruksikan Ganti Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik

Yamaha dan Toyota memang kerap kali terlibat dalam produksi mesin dan kendaraan di masa lalu dan harus Anda tahu bahwa hasilnya tidak pernah mengecewakan. Salah satunya ialah Lexus LFA yang merupakan supercar pertama pabrikan dengan mengusung mesin V10 berkapasitas 4.8 liter dan mampu disandingkan dengan Porsche 911 Turbo hingga Ferrari 599 GTO. Bahkan saat itu, LFA juga mencatatakan waktu terbaiknya di sirkuit legendaris Nurburgring, Jerman, pada 2011 silam. ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Top Gear

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”