Media Inspirasi Masa Kini

Berikut Tips Pengecekan Pasca Off-Road Agar Terhindar Dari Kerusakan Lebih Serius

harianlampung.co.id – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/04/04/ifxlHGF3/muddy-jeep-wrangler-1024×683-1554366353-182-253-23-719d.jpg”>

Meski memiliki kemampuan off-road yang mumpuni dan berpenampilan tangguh, tak berarti Anda bisa menyepelekan pengecekan pada SUV dan jip 4×4 pasca off-road. Kondisi medan off-road yang terdiri dari tanah, berbatuan, hingga lumpur, tak hanya mengotori tampilan estetika kendaraan, namun menimbulkan kerusakan pada komponen mobil. “Seperti pada Wrangler JK misalnya, ada beberapa sensor seperti di ban dan pelek yang berpotensi error kalau tak cepat dibersihkan setelah main offroad,” sahut Danun Adrianto, salah seorang member JK Owners Indonesia.

Jangan biarkan SUV atau jip 4×4 Anda berlama-lama dalam keadaan kotor, karena akan merusak komponen mobil

Namun untuk melakukan pengecekan pada SUV atau jip 4×4 yang benar memang tak mudah. “Harus dibersihkan terlebih dahulu secara menyeluruh mulai dari bodi, ban hingga bagian bawah atau kolong mobil. Bila tidak langsung dibersihkan, maka lumpur yang ada akan me­ngering, bahkan bisa jadi cat mobil akan turut mengelupas ber­sa­maan dengan lumpur kering dan menempel. Belum lagi soal jamur. Selain itu, ko­toran ini bisa masuk ke dalam ruang mesin yang bisa menggangu kinerja mesin dan membuat mobil menjadi tidak awet alias tidak tahan lama,” ujar Danun.

Baca Juga  TIPS BELI MOBIL BEKAS: Toyota Limo Generasi Ke 2, Si Bekas Taksi Yang Tidak Kalah Aksi

Agar lebih mudahnya, kami akan berikan penjelasan menurut komunitas Wrangler JK Owners Indonesia (JKOI) seputar pengecekan pada SUV dan jip 4×4 pasca off-road, yang Cintamobil.com rangkumkan khusus untuk Anda.

Bagian Kolong

Bagian kolong menjadi tempat utama yang harus dicek dan dibersihkan terlebih dahulu. Pasalnya bagian kolong menjadi tempat yang paling kotor, karena posisinya berdekatan dengan ban. “Cara paling mudah untuk membersihkannya, ialah menggunakan air bertekanan tinggi. Dengan begitu kotoran-kotoran yang melekat, akan mudah rontok,” Daniel Budiman yang juga pemilik Wrangler JK sekaligus anggota JKOI.

Hati-hati membersihkan bagian kolong karena banyak pelumas dan gemuk bisa hilang karena dicuci dengan air

Jangan anggap sepele dengan kotoran-kotoran itu. Jika tak segera bersihkan, bisa jadi komponen-kompenen kaki-kaki menjadi bunyi-bunyi saat mobil berjalan dan yang terparah timbulnya karat pada plat besi di bagian kolong, sasis dan suspensi.

Baca Juga  Empat Cara Mengemudi Mobil yang Baik Agar Rem Mobil Tahan Lama

Bodi Mobil

Gunakan air bertekanan tinggi untuk menyingkirkan lumpur dan kotoran yang membandel

Ternyata tak sekadar membersihkan kotoran-kotoran yang hinggap di bodi mobil. Agar bodi tetap mulus, ada ritual khusus yang harus Anda lakukan terlebih dahulu. Ritual itu adalah memberikan perlindungan waxing, sebelum mobil digunakan untuk melewati lintasan off-road. Pasti Anda bertanya-tanya, mengapa sebelum melintasi off-road penggunaan wax diberikan? “Hal ini dilakukan agar bodi mobil memiliki lapisan yang terlindungi oleh wax. Sehingga ketika dipenuhi kotoran-kotoran, setelah melewati medan off-road, baret-baret yang biasa timbul saat membersihkan kotoran dapat diminimalkan,” kata Daniel.

Kaki-kaki

Sensor tekanan angin pada ban atau tire pressure monitoring sensor kerap terganggu karena timbunan kotoran setelah off-road

Lakukan pengecekan bearing roda atau laher roda karena biasanya setelah off road, laher roda menjadi longgar. Cek seluruh baut atau mur bagian kopel, baut roda, mur as roda, tie rod dan bagian kolong lain nya. Untuk gardan depan dan belakang serta transfer case sebaiknya ditambahkan selang sebagai breather sampai ke yg tempat yg lebih tinggi, agar air dan lumpur tak lekas masuk ke dalam transfer case.

Baca Juga  Punya Peran Masing-masing, Inilah Beda Torsi dan Tenaga

Sensor

Sensor rem ABS juga kerap bermasalah setelah diajak melalui jalan berlumpur

Wrangler JK menggunakan sensor pada bagian ban sebagai (tire pressure sensor), rem untuk ABS, EBD dan kontrol traksi dan stabilizer untuk mengatur kapan harus difungsikan atau non aktifkan. Untuk itu, jika salah satu indikator tersebut menyala, maka sebaiknya langsung cek di bengkel agar perlu penanganan lebih lanjut dan terhindar dari kerusakan lebih serius.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”