Media Inspirasi Masa Kini

Mengenal Istilah Microsleep, Si Pembunuh Sadis di Jalan Raya

harianlampung.co.id – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/04/11/ZXn5Pos1/isitlah-microsleep-4-59ea.jpg”>

Dalam sebuah teknik safety driving dikenal ada istilah microsleep. Meskipun istilah ini cukup asing di masyarakat, namun ternyata microsleep jadi “pembunuh” paling sadis saat Anda berkendara di jalan raya.

Yang paling bahayanya, setiap orang beresiko terkena microsleep, baik itu ketika Anda menjadi pengemudi untuk jarak jauh atau jarak dekat sekalipun. Dan itu berarti setiap pengemudi memiliki resiko yang sama besarnya untuk terkena microsleep.

Lantas apa sih istilah microsleep ini? Seberapa bahayanya bagi pengemudi jika microsleep menyerang? Kali ini tim Cintamobil akan membahas mengenai ancaman kecelakaan di jalan raya yang paling sadis tersebut.

Hanya Butuh Beberapa Detik

Cuma menyerang beberapa detik tapi akibatnya fatal

Istilah microsleep adalah suatu kondisi dimana pengemudi tertidur lelap secara tiba-tiba hanya dalam waktu yang sangat singkat, sekitar satu hingga 30 detik. Bahkan seseorang terkadang tak sadar jika disedang terkena microsleep.

Baca Juga  Elegan Dan Gagah, Inilah 3 Pilihan SUV Mewah Bekas Dari Cintamobil.com

Keadaan ini biasanya terjadi saat Anda berkendara dalam kondisi tubuh yang sudah sangat letih. Bisa karena sudah berkendara terlalu lama dan monoton, atau memang tubuh sudah tidak lagi fit untuk diajak berkonsentrasi penuh selama berkendara.

Pada saat kondisi tubuh yang sudah sangat drop tersebut, biasanya otak akan memerintahkan agar mata istirahat. Namun karena Anda sedang berkendara, maka Anda mencoba memaksakan diri agar terus terjaga.

Tetapi lama kelamaan tubuh pun tak kuat untuk membuat mata terus terjaga. Tanpa sadar Anda dalam beberapa detik menutup mata dan tertidur lelap tanpa mengetahui apa yang terjadi selama mata Anda tertutup.

Bisa Terjadi Dimana Saja Kapan Saja

Waspada berkendara monoton untuk waktu yang lama

Microsleep bisa terjadi dimaan saja dan kapan saja. Umumnya keadaan ini terjadi pagi atau malam hari ketika seseorang sudah mengemudi melewati waktu normal berkendara, yakni lebih dari 4 jam. Pengemudi yang berkendara terus menerus pada malam hari, maka menjelang pagi hari microsleep akan mengancam.

Baca Juga  Tips Perawatan: Merawat Mitsubishi Xpander Ternyata Tidak Semahal yang Dikira

Microsleep juga menghantui ketika jalan raya yang Anda lalu relatif sepi sehingga Anda cenderung lebih santai untuk mengemudikan mobil. Saat jalan sepi Anda akan berpikir tidak memerlukan konsentrasi terlalu berat sehingga rasa kantuk akan menyerang.

Anda yang akan terkena microsleep biasanya menunjukkan gejala-gejala kecil. Seperti salah menyalakan lampu sein, tidak konsisten menjaga kecepatan kendaraan, serta sulit bertahan di jalur yang semestinya.

Secara fisik, kepala dan kelopak mata juga terasa berat. Secara tidak sadar, kepala mengangguk tanpa sengaja dan kamu sering menguap dengan durasi yang cukup panjang. Kalau sudah begini, daya refleks menurun drastis dan koordinasi antar anggota tubuh ikut melemah.

Pembunuh Mematikan

Beberapa detik yang menentukan hidup mati seseorang

Mengapa istilah microsleep menjadi pembunuh mematikan bagi semua pengemudi? Karena meskipun Anda cuma tertidur beberapa detik, tetapi mobil yang Anda kendarai akan meluncur tak terkendali. Coba Anda bayangkan;

Baca Juga  Memilih Ragam Variasi Kaca Mobil Yang Tepat

Misalnya Anda sedang melaju sekitar 120 km/jam karena kondisi jalan raya cenderung sepi dan permukaan jalan yang dilalui pun cenderung mulus. Jika dikalkulasi, dalam 1 detik mobil Anda sanggup melaju sejauh sekitar 33 meter.

Dalam waktu 3 detik, jika Anda tertidur lelap, maka mobil Anda sudah melaju sejauh sekitar 100m tanpa Anda sadari! Banyak hal bisa terjadi selama kurun waktu dan jarak tersebut, seperti mobil pindah jalur tanpa disadari!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”