Media Inspirasi Masa Kini

Udara Jakarta Buruk? Polusi di Dalam Mobil Faktanya Lebih Tinggi dari Udara Luar

harianlampung.co.id

Berbagai eksperimen hingga 2001 menunjukan pengemudi terkena tingkat polusi di dalam mobil yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang berjalan atau bersepeda di sepanjang rute perkotaan yang sama. Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa paparan udara beracun lebih tinggi di dalam mobil.

Dilansir dari Guardian, Ben Barrat dari King’s College London, mengukur paparan polusi pengemudi mobil, bus, sepeda, dan pejalan kaki di London pada 2014. “Pengemudi mobil, dengan cara yang sangat jauh, terkena tingkat polusi tertinggi,” katanya. “Asap dari kendaraan di depan dan belakang masuk ke mobil dan terjebak di sana. Tidak benar bahwa Anda dapat menghindari polusi dengan duduk di dalam kendaraan.”

Baca Juga  Jelang WSBK Indonesia 2022, 200 UKM Siap Ramaikan Sirkuit Mandalika

Polusi di dalam mobil diprediksi lebih parah dibandingkan di luar

Prof Sir David King yang menulis untuk Guardian menyebutkan bahwa berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah jauh lebih baik untuk kesehatan anak-anak. Peringatan tersebut disampaikan setelah pemerintah Inggris disebut gagal mengatasi tingkat polusi udara.

Polusi udara diketahui merusak paru-paru anak yang sedang berkembang. Penelitian terbaru juga menunjukan bahwa polusi bisa merusak kemampuan anak untuk belajar dan dapat mempengaruhi DNA mereka. “Anda mungkin mengendarai kendaraan yang lebih bersih tetapi anak-anak Anda duduk di dalam mobil menghirup gas beracun dari semua kendaraan di sekitar Anda.”

King juga mendukung undang-undang yang melarang pengemudi maupun penumpang merokok di dalam mobil. “Telah terbukti bahwa manfaat kesehatan dari berjalan dan bersepeda jauh lebih besar daripada biaya bernapas dalam polusi. Jika lebih banyak pengemudi mengetahui kerusakan yang dapat mereka lakukan pada anak-anak mereka, saya pikir mereka akan berpikir dua kali untuk masuk ke dalam mobil.”

Baca Juga  Bagi Pengguna Transmisi Otomatis, Berikut Cara Gunakan Fitur Shift Lock Saat Parkir Paralel

Polusi di dalam mobil juga berpengaruh buruk terhadap anak-anak

Stephen Holgate, seorang ahli asma di Southampton University dan ketua Royal College of Physicians yang meneliti polusi udara mengatakan bahwa berjalan dan bersepeda membuat anak-anak terpapar lebih sedikit polusi dibandingkan berada di dalam mobil. “[Polusi di dalam mobil] sembilan sampai 12 kali lebih tinggi di dalam mobil daripada di luar,” katanya.

Baca Juga  Pengamat: Kendaraan Elektrifikasi Adalah Keniscayaan Yang Harus Dihadapi

Tidak hanya polusi di dalam mobil, namun polusi secara umum sangat berpengaruh buruk terhadap tumbuh kembang anak. Anak-anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa, jelasnya, karena polusi udara dapat menghambat pertumbuhan paru-paru. Masalah tersebut bisa meningkatkan resiko sensitivitas yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan asma dan masalah pernapasan lainnya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”