Media Inspirasi Masa Kini

First Drive: Cuma Butuh Rp 300 ribuan Bawa Mobil Listrik MG ZS EV Jakarta – Surabaya

harianlampung.co.id – SURABAYA – MG Motors Indonesia memastikan akan segera meluncurkan secara resmi mobil listrik MG ZS EV ke Indonesia dalam waktu dekat. Kehadirannya bakal menambah barisan mobil listrik yang sudah edar.

Berapa biaya energi bawa MG ZS EV dari Jakarta ke Surabaya?

Berapa kapasitas baterai MG ZS EV varian D?

Tapi sayang memang, MG ZS EV tidak bisa ikut serta dalam program driving Electria yang OTO Media lakukan beberapa waktu lalu. Pasalnya, waktu Electria diselenggarakan, MG ZS EV belum ada unit test drivenya. Maka kesempatan media drive sekaligus first drive Jakarta – Surabaya ini betul-betul kami manfaatkan untuk tahu bagaimana paketan utuh electric vehicle ini.

Total perjalanan kami akan menempuh jarak 780 km. Dalam journey ini, kami ingin merasakan performa dari SUV MG ZS EV serta sejumlah fitur-fitur yang tersedia di dalamnya.

MG ZS EV yang rencananya dipasarkan di Indonesia ini akan tersedia dalam dua pilihan varian, salah satunya ialah varian D dengan kapasitas baterai 50,3 kWh. Lewat bekal daya tersebut, MG ZS EV mampu menghasilkan tenaga maksimal 177 hp dengan torsi puncak mencapai 280 Nm serta jarak tempuh hingga 407 km. Meskipun jarak tempuh tersebut dirilis berdasarkan pengujian New European Driving Cycle (NEDC) dengan kecepatan konstan 30 km/jam.

Pada pengujian kali ini, kami diajak untuk menjelajahTol Trans Jawa. Pada etape pertama yakni Jakarta – Semarang, pengendaraan didominasi oleh jalur yang padat serta beberapa kali menggunakan mode Sport. O ya, MG ZS EV ini juga menyediakan tiga mode pengendaraan yang terdiri dari Eco, Normal dan Sport. Di samping menawarkan pengendaraan yang dinamis, ketiga mode tersebut juga mempengaruhi konsumsi baterai serta performa dari MG ZS EV di jalan raya.

Pengendaraan MG ZS EV

Pada mode pengendaraan Eco misalnya, MG ZS EV memiliki karakter performa yang begitu smooth sehingga torsi yang tersaji begitu linear selaras dengan instruksi kaki pada pedal gas. Meski demikian tidak membutuhkan tenaga ekstra untuk membuatnya mencapai kecepatan 100 km/jam. Kami hanya perlu mengurut secara perlahan pedal gas hingga mencapai kecepatan yang diinginkan. Keuntungannya kami mendapatkan konsumsi baterai yang efisien serta jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan dengan dua mode lainnya.

Baca Juga  Elegan Dan Gagah, Inilah 3 Pilihan SUV Mewah Bekas Dari Cintamobil.com

Setelah menjelajah kurang lebih sejauh 226 km, baterai MG ZS EV yang semula berada di 98 persen melorot hingga 17 persen dengan sisa jarak tempuh sekitar 57 km. Kami melakukan pengisian daya hingga 100 persen dengan biaya sekitar Rp 124.000 untuk 46,3 kWh di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Rest Area Cirebon dengan mode fast charging. Pengujian dari Cirebon menuju Semarang, pengendaraan didominasi oleh mode Sport dengan daya AC yang nyaris maksimal.

Tentu saja hal tersebut mempengaruhi konsumsi baterai dari MG ZS EV selama perjalanan di ruas tol trans Jawa. Hasilnya, MG ZS EV harus kembali ke SPKLU di sekitaran tol Batang KM379 setelah menempuh perjalanan sejauh 171 km. Posisi baterai telah tersisa sekitar 20 persen dengan sisa jarak tempuh menuju Semarang sekitar 48 km. MG ZS EV melakukan pengisian daya baterai 100 persen dengan daya 10.887 kWh lewat mode AC charging dan menelan biaya sekitar Rp 30.000.

Mode Eco dengan kecepatan tak lebih 100km/jam

Belajar dari etape sebelumnya, kami melakukan treatmen yang lebih santun pada etape kedua yakni Semarang – Surabaya, dengan mode pengendaraan Eco serta kecepatan tidak lebih dari 100 km/jam. Hasilnya untuk total jarak yang mencapai 112 km, MG ZS EV hanya membutuhkan sekitar 43 persen dari modal daya semula. Meskipun pada sekitar 20 km terakhir, beberapa kali kami menggunakan mode Sport dengan konsumsi tenaga di atas 100 persen.

Pada mode Sport, MG ZS EV memiliki pengendaraan yang sangat agresif dan meledak-ledak. Pasalnya torsi 280 Nm langsung tersedia bahkan mampu mendorong badan seluruh penghuni kabin. Padahal kami tidak melakukan akselerasi full dengan kondisi pedal gas tidak rata di lantai. Setelan suspensinya yang terasa keras pada putaran rendah berubah menjadi terasa begitu stabil saat berakselerasi di kecepatan tinggi. Kami juga melakukan beberapa kali manuver untuk mendahului kendaraan yang lebih lambat dan hasilnya sangat memuaskan. Kami kembali melakukan pengisian daya 100 persen dengan biaya sekitar Rp 108.000 pada check point Rest Area 519 di tol Sragen.

Baca Juga  Aman Dikala Genting, Berikut Tips Hadapi Banjir Dari Mercedes-Benz

Nah melanjutkan perjalanan sekitar 236 km dari Sragen menuju Surabaya, kami benar-benar menerapkan pengendaraan yang Eco. Kecepatan rata-rata 90km/jam – 100 km/jam dengan mode AC berada di posisi 3 serta suhu 17 derajat. Meski dengan mode Eco, MG ZS EV tetap memberikan feedback yang komunikatif baik dari segi performa hingga pada instruksi lingkar kemudi. Bahkan kami juga memanfaatkan fitur cruise control di beberapa kesempatan saat jalanan terlihat lebih lengang.

Fitur KERS Pada MG ZS EV

Respon pengendaraan di mode semi otonom ini juga terasa cukup responsif dan stabil. Meskipun kami sedikit terganggu dengan peranti Lane Keeping Assist yang sangat sensisitf. Pasalnya saat kondisi kendaraan bergeser sedikit saja tanpa harus menyentuh marka jalan, lingkar kemudinya langsung memberikan interupsi diikuti dengan notifikasi suara. Padahal kendaraan masih berada dalam komando pengendara dan tidak keluar jalur sedikit pun.

Selain itu, tersedia pula fitur KERS (Kinetic Energy Recovery System) yang dapat membantu meningkatkan efisiensi pada baterai MG ZS EV. Terdapat tiga pilihan KERS dengan perhitungan tingkat 1 dengan respon yang sensitif serta tingkat tiga yang lebih smooth serta memberikan efiensi baterai lebih maksimal. Meski demikian, energi kinetik yang terbuang dari gerak roda dan suhu kendaraan ini tidak membuat daya baterai bertambah, fungsinya hanya menjaga konsumsi baterai agar lebih efisien.

Baca Juga  Tak Hanya Mobil, Aquaplaning Juga Menyerang Pengendara Motor di Musim Hujan

“Secara teknis memang daya kinetik yang diserap dari energi terbuang tersebut hanya untuk meningkatkan efisiensi baterai bukan untuk menambah daya baterai. Oleh karena itu, pengendara dituntut untuk menerapkan mode pengendaraan yang Eco Driving untuk mencapai tingkat efisiensi pada baterai,” kata Raditio Hutomo, Aftersales Director MG Motors Indonesia.

Hingga akhirnya perjalanan usai di Surabaya, MG ZS EV menyisakan daya baterai sekitar 17 persen dengan sisa jarak tempuh mencapai 57 km. Secara total perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya membutuhkan pengisian daya sekitar 121,787 kWh dengan biaya total Rp 329.000 rupiah. Selain itu, dengan kondisi jalan yang beragam serta gaya berkendara yang dinamis, MG ZS EV memiliki konsumsi baterai sekitar 6.4 km/kWh.

Fitur lain yang tidak kalah menarik pada MG ZS EV adalah hadirnya layar sentuh berukuran 7 inci di tengah dashboard yang menampilkan sejumlah menu hiburan. Kami beberapa kali memanfaatkan layanan navigasi, radio hingga pemutar musik di smartphone melalui bluetooth. Selain itu tersedia pula fitur Apple CarPlay dan Android Auto dengan sambungan kabel di sekitar konsol tengah.

Selain itu, ruang kabin pada MG ZS EV ini juga didominasi oleh material kulit di dashboard dan Synthetic Fabric pada seluruh joknya. MG Motors Indonesia sendiri rencananya akan menghadirkan dua pilihan varian dengan perbedaan pada tampilan eksterior, interior dan kapasitas baterai. Namun pihak MG Indonesia masih enggan membocorkan lebih detail wujud dari ZS EV yang segera dipasarkan tersebut. (ALVANDO NOYA/EK)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”