Media Inspirasi Masa Kini

Mobil Injeksi Boros BBM, Ini Salah Satu Penyebabnya!

harianlampung.co.id

Makin maju teknologi otomotif baik mobil maupun sepeda motor merambah ke semua sektor. Dari kelistrikan, powertrain, drivetrain, desain bodi hingga beragam fitur seluruhnya makin canggih. Tak ketinggalan untuk urusan sistem pembakaran mesin juga makin disempurnakan. Salah satunya mobil-mobil terbaru kini menggunakan sistem bahan bakar injeksi (fuel injection) Teknologi ini bekerja memaksimalkan suplai BBM ke intake manifold sehingga pembakaran lebih sempurna.

Penyebab Mobil Injeksi Boros BBM

Mobil injeksi lebih hemat BBM dibanding mobil karburator

Secara teknis mobil injeksi baik TBI (Throttle Body Injection), MPI (Multi Point Injection), maupun GDI (Gasoline Direct Injection) harusnya lebih hemat BBM dibanding mobil dengan sistem pembakaran karburator.

Namun di lapangan tidak jarang mobil injeksi mengalami boros BBM. Jika itu terjadi pada mobil Anda berarti ada yang tidak beres dan perlu mendapat perhatian. Dilansir dari Top1, ada 5 hal yang jadi penyebab mobil injeksi boros BBM.

1. Filter udara mampet

Adanya filter udara membuat udara yang masuk ke dalam ruang bakar benar-benar bersih, tanpa debu dan partikel kotoran lain. Gambarannya seperti kain yang memiliki pori-pori besar untuk memblokade debu dan kotoran.

Nah, lambat laun debu yang tersaring dan menempel pada filter semakin tebal menumpuk sehingga menghambat kelancaran udara ke ruang bakar. Akibatnya, pasokan udara ke mesin akan berkurang dan menyebabkan langkah piston menjadi berat. Mobil pun terasa lebih berat dan kurang bertenaga.

Baca Juga  Ingin Pasang Roof Box, Perhatikan Lima Hal di Bawah Ini

Dalam kondisi seperti ini, Anda harus menginjak pedal gas dalam dalam agar tenaga mobil bertambah besar. Ini yang menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih boros dibanding dalam kondisi normal.

2. Pelek berukuran besar

Mobil tampak lebih macho dengan pelek ukuran besar

Biar tambah macho, pelek sering jadi sasaran modifikasi. Pelek standar pabrik diganti dengan pelek aftermarket yang ukurannya lebih besar. Dari sisi penampilan boleh jadi terlihat lebih kekar. Namun dari sisi lain ukuran pelek yang besar bisa menyebabkan kendaraan boros BBM. Bagaimana bisa?

Pelek berukuran besar punya bobot lebih berat. Butuh tenaga ekstra bagi mobil agar tetap bisa berlari kencang dengan menginjak pedal gas lebih dalam. Jika dianalogikan dengan tubuh manusia yaitu kedua kaki. Bila keduanya diberi beban, Anda butuh tenaga lebih banyak agar bisa berlari kencang.

3. AC lebih kencang dengan suhu lebih dingin

Semua tahu kalau AC bekerja saat mesin mobil menyala. Semakin besar putaran AC dan semakin dingin suhunya, semakin boros BBM dikonsumsi. Hal ini bisa diketahui, saat AC dalam posisi On tenaga mesin akan terbagi untuk menghidupkan AC dan menjalankan kendaraan. Makin kencang putaran suhu AC, makin besar pula tenaga yang dibutuhkan agar mobil tetap berjalan normal, artinya Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam.

Baca Juga  Tips Perawatan: Merawat Mitsubishi Xpander Ternyata Tidak Semahal yang Dikira

4. Ban kurang angin hingga kempes

Jangan paksa mobil untuk berjalan dengan ban kempes

Tak hanya memperbesar potensi bahaya, berkendara dengan ban kurang atau kempes juga merugikan dari sisi finansial. Mobil butuh tenaga lebih besar dibanding saat tekanan angin ban dalam kondisi standar.

5. Injektor kotor

Pemakaian BBM yang tidak sesuai oktan ditambah lalai melakukan servis berkala jadi penyebab injektor menjadi kotor dan berkerak. Akibatnya performa kendaraan menurun dan menjadi boros BBM. Bila sudah demikian, Anda harus melakukan tune up di bengkel resmi atau bengkel umum yang benar-benar bonafide untuk mengembalikan kondisi mesin seperti sedia kala.

6. Catalytic Converter dicopot

Catalytic Converter menyaring gas berbahaya sisa pembakaran mesin

Salah satu fungsi Catalytic Converter adalah menyaring gas buang sebelum dibuang ke udara bebas. Tujuannya agar gas berbahaya Nitrogen Oksida (NOx) sisa pembakaran menjadi minim. Bagi sebagian orang perangkat yang satu ini dianggap memperlambat proses pembuangan gas sisa pembakaran dan membuat performa kurang oke, makanya kemudian dicopot.

Baca Juga  Bukan ‘Si Taksi’, Ini Dia Harga Jual Ford Laser TX3 untuk Pencinta Mobil Klasik

Secara performa dengan tidak adanya Catalytic Converter, performa mesin makin meningkat. Tapi kekurangannya, mobil telah membuang gas berbahaya langsung ke udara bebas tanpa difilter. Selain itu putaran mesin jadi lebih cepat meski saat stasioner yang mengakibatkan pemakaian bahan bakar lebih tinggi.

7. Telat mengganti oli transmisi

Penyebab mobil injeksi boros BBM berikutnya yaitu telat mengganti oli transmisi. Seperti diketahui oli transmisi perlu diganti dengan yang baru bisa sudah mencapai waktu tertentu. Tidak boleh telat karena akan membuat kinerja transmisi terganggu dan menimbulkan masalah lain seperti boros BBM.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”