Media Inspirasi Masa Kini

Tip Mengusir Tikus yang Bersarang di Kap Mobil

harianlampung.co.id – Memiliki mobil impian tentu menjadi hiburan tersendiri bagi pemilik mobil, terutama bagi mereka yang baru pertama kali membeli kendaraan roda empat. Namun terkadang ada saja hal yang merusak suasana bahagia ini, seperti kehadiran tikus yang masuk ke kap mobil. Jika sudah begitu, pemilik mobil tentu langsung berinisiatif mencari cara guna mengusir tikus yang masuk ke dalam kap mobil.

Bukan tanpa alasan tikus-tikus senang bersarang di dalam kap mobil. Tikus menyukai lingkungan yang gelap, sehingga kap mobil memenuhi unsur tersebut karena kurangnya pencahayaan. Penyebab lain yang membuat tikus suka masuk ke dalam kap mobil adalah banyaknya karet kabel di dalamnya. Tikus suka menggerogoti karet-karet ini hingga membuat kabel kelistrikan terbuka.

Selain itu, penyebab lain yang membuat tikus singgah di dalam kap mobil adalah kondisi kap mobil itu sendiri. Kap mobil yang kotor semakin membuat nyaman tikus membangun sarang di dalamnya. Lalu, bagaimana mencegah tikus-tikus masuk ke dalam mobil? Berikut beberapa tip yang bisa kamu coba.

Baca Juga  Pemprov DKI Gandeng XL Bikin Alat Pendeteksi Pelat Nomor Kendaraan

Pelihara jangkrik

Tikus tidak menyukai suara yang dikeluarkan oleh jangkrik. Boleh dibilang, memelihara jangkrik merupakan solusi alami untuk mengusir tikus agar menjauh dari lokasi parkir mobil. Kamu bisa menaruh kandang jangkrik di garasi mobil atau di lokasi manapun tempat mobil kamu parkir. Pakan untuk jangkrik pun cukup mudah, yakni hanya sebatang sawi atau pur ikan dengan jumlah sedikit. Sebelum membeli jangkrik, pastikan jangkrik yang hendak dibeli memang berbunyi. Saat menyimpan jangkrik, jauhkan jangkrik dari jangkauan semut.

Pasang lampu LED

Opsi ini bisa menjadi solusi jika kamu kesulitan mendapatkan jangkrik. Karena tikus tak menyukai lingkungan dengan kondisi bercahaya, kamu bisa memasang lampu LED berdaya rendah di dalam kap mobil ketika malam hari.

Gunakan kapur barus

Tikus tak menyukai bau-bau yang menyengat. Kapur barus bisa menjadi pilihan karena baunya yang menyengat. Letakkan kapur barus dengan cara digantung atau disebar di dalam kap mobil agar tikus tidak lagi masuk ke dalam. Selain kapur barus, kamu juga bisa memanfaatkan buah mengkudu atau biasa disebut buah pace yang memiliki bau menyengat.

Baca Juga  Berjalan Bersama Komunitas? Siapkan 5 Tips Berkendara Bersama Konvoi Mobil

Cairan anti tikus

Saat ini ada beberapa produk cairan anti tikus yang bisa disemprotkan ke dalam kap mobil. Cairan ini biasanya mengeluarkan bau yang tak disukai oleh tikus. Namun mengingat produk ini merupakan cairan kimia, pastikan tidak mengenai mata dan memakai masker saat melakukan penyemprotan.

Manfaatkan daun mint

Cara alami lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus yakni dengan menggunakan daun mint. Campur daun mint dengan air, dan semprotkan cairan mint ke tempat-tempat yang biasa dilalui tikus. Aroma mentol yang dihasilkan daun mint tak disukai oleh tikus. Selain disemprotkan, kamu juga bisa memelihara tanaman mint di pekarangan rumah agar tikus-tikus enggan masuk ke garasi rumahmu.

Baca Juga  Segway Berencana Buka 12 Diler di Indonesia pada 2023

Panaskan mesin mobil

Meski kamu jarang beraktivitas menggunakan mobil, pastikan selalu memanaskan mesin mobil setiap hari. Tak perlu lama, 10 menit sudah cukup. Tujuannya agar kap mobil kamu tidak menjadi tempat lembab yang disukai tikus.

Bersihkan mesin mobil

Tikus menyukai kotoran dan sisa-sisa makanan. Karena itu, pastikan kondisi kap mobil kamu tetap bersih. Jika dirasa sudah kotor dan berbau, segera bersihkan kap mobil agar tidak mengundang tikus masuk ke dalam.

Penulis: Danang Setiaji

Sumber gambar: IST

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website momobil.id. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”