Media Inspirasi Masa Kini

Awas Rusak! Ini Efek Negatif Kebiasaan Injak Setengah Pedal Kopling

harianlampung.co.id – Bagi pemilik mobil bertransmisi manual, pedal kopling tentunya menjadi salah satu bagian yang paling sering digunakan, terutama ketika akan berpindah gigi. Pada kondisi tertentu, pedal kopling menjadi lebih sering digunakan saat melewati kemacetan atau jalanan menanjak.

Ketika berada dalam situasi kemacetan di jalan menanjak, beberapa pengemudi ada yang memilih menginjak setengah pedal kopling agar kendaraan tidak mundur ke belakang. Padahal, dalam situasi tersebut ada opsi lain yang bisa dilakukan seperti menarik tuas rem tangan atau menginjak pedal rem dengan posisi gigi netral. Saat kendaraan di depan mulai maju, pengemudi bisa memasukkan gigi satu dan menggerakkan mobilnya.

Namun karena alasan kepraktisan, beberapa pengemudi lebih memilih menginjak setengah pedal kopling. Dengan menginjak setengah pedal kopling, pengemudi cukup melepas pedal kopling secara penuh ketika kendaraan di depannya sudah bergerak maju. Meski lebih praktis, pengemudi juga harus mengetahui dampak negatif kebiasaan ini jika terus menerus dilakukan.

Menurut Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi, efek negatif dari seringnya menginjak setengah pedal kopling yakni pelat kopling cepat aus atau habis. Bambang mengatakan kebiasaan ini tak hanya dilakukan saat macet di jalan menanjak, namun ada juga yang menginjak setengah pedal kopling ketika melewati jalan menurun guna menahan laju kendaraan. Dalam kondisi jalan menurun, Bambang menyarankan lebih baik dilakukan pengereman. Karena jika sering menahan pedal kopling setengah, kopling bisa saja terbakar.

Baca Juga  Ini Bahan Membuat Ban Goodyear, Ada Minyak Kedelainya

“Jika diteruskan, bisa membuat kopling cepat habis atau bahkan mengalami kerusakan,” ujar Bambang seperti dilansir Kompas.com. Hal senada juga disampaikan Iwa Sartiwa dari Bimmerwerk Ciledug. Menurutnya menahan setengah pedal kopling akan membuat kampas kopling cepat habis. Jika sudah begitu, mobil bisa hilang tenaga karena kopling memiliki fungsi meneruskan tenaga dari mesin ke transmisi.

“Kalau sudah begitu, cara mengatasinya (kampas kopling habis) dengan mengganti yang baru. Bila dibiarkan, bukan saja mesin yang kurang tenaga, tapi komponen lain pada sistem kopling bisa ikut rusak,” jelas Iwa.

Ciri kopling transmisi manual bermasalah

Untuk mengetahui apakah kopling mobil pada transmisi manual masih sehat atau tidak, pengemudi bisa merasakannya ketika menggunakan mobil. Iwa mengungkapkan gejala yang biasanya langsung terasa adalah pedal kopling terasa lebih keras ketika diinjak.

Baca Juga  5 Mobil Bekas Terkencang Yang Ada Dalam Daftar Listing Cintamobil.com

Ciri berikutnya yakni posisi injakan pedal kopling terlihat meninggi. Pada ciri ini, mobil baru mulai bergerak ketika pedal kopling diangkat mendekati posisi sebelum diinjak. Jika ini terjadi, kemungkinan pelat kopling (clutch disc) di mobil sudah mulai menipis. Ciri berikutnya adalah kemampuan akselerasi mobil yang menurun. Ketika pedal gas diinjak secara spontan untuk berakselerasi, respon laju kendaraan tidak seirama. Putaran mesin meninggi tanpa diikuti percepatan kendaraan yang sepadan.

“Biasanya saat kopling diangkat setengah atau lebih, mobil sudah bisa berjalan tanpa harus menekan gas. Namun saat kopling bermasalah, mobil tidak mau berjalan,” kata Iwa. Hal ini mudah dirasakan saat melaju di jalan tanjakan. Respon kendaraan terasa lambat meski pedal gas telah diinjak dalam dan putaran mesin sudah meninggi.

Ciri selanjutnya, muncul getaran saat pedal kopling diangkat. Bila ini yang terjadi, kemungkinan besar kerusakan terjadi pada dekrup (cover clutch) atau flywheel. Getaran ini muncul akibat permukaan cover clutch atau flywheel sudah tidak rata. Lalu ciri terakhir, muncul suara asing pada transmisi ketika pedal kopling diangkat. Jika ini terjadi, kemungkinan pelat kopling telah aus atau ada kerusakan damper. Munculnya suara desingan bearing ketika pedal kopling tidak diinjak juga bisa jadi ndikasi keringnya pelumas pada release bearing.

Baca Juga  Elegan Dan Gagah, Inilah 3 Pilihan SUV Mewah Bekas Dari Cintamobil.com

Lalu, bagaimana jika kopling ternyata sudah rusak? Langkah yang direkomendasikan adalah menggantinya dengan kopling baru secara menyeluruh. Perbaikan dilakukan dengan membongkar transmisi, dan biaya total ganti kopling berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta, tergantung jenis mobilnya.

Sumber gambar: New York Daily News

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website momobil.id. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”