Media Inspirasi Masa Kini

Dilema Mobil Korban Banjir, Perbaiki Lalu Jual atau Dipakai Sampai Bobrok

harianlampung.co.id

Banjir di ibu kota awal 2020 membuat banyak kendaraan bermotor terendam. Kerusakan sudah pasti, mulai dari eksterior, interior, kelistrikan, hingga mesin. Bagi si pemilik, mobil kebanjiran menjadi dilema tersendiri. Dijual langsung apa adanya harga pasti jatuh. Mobil sebagai barang rongsokan yang tak berharga. Mau dipakai juga tak bisa, harus diperbaiki lebih dulu. Dan sudah pasti perbaikan membutuhkan biaya besar, lebih-lebih jika pemilik tidak memiliki asuransi karena bencana.

Lantas jika harus memilih, kira-kira mana yang lebih baik dijual apa adanya, diperbaiki lalu dijual, atau diperbaiki dan dipakai lagi sepuasnya?

Terendam banjir, mobil bisa mengalami kerusakan parah

Menurut owner Garden Speed, Taqwa Suryo Swarsono, tidak ada yang terbaik dan lebih prioritas untuk pilihan-pilihan di atas. Semuanya dikembalikan kepada pemilik. “Itu kembali ke yang punya mobil. Terserah keputusannya seperti apa,” tutur Taqwa sepereti dikutip dari Detik, (6/1/2020).

Baca Juga  Biaya Kerusakan Mobil F1 Mick Schumacher di Jeddah Setara Beli Supercar Baru

Dijual apa adanya

Ini adalah pilihan paling tidak disarankan. Jika dijual apa adanya mobil bakal dihargai sangat rendah, meski aslinya adalah mobil baru.

Diperbaiki dan dijual

Perbaikan mobil korban banjir memerlukan biaya besar dan waktu lama

Jika mau dijual dengan harga lebih baik, mobil korban banjir harus dikembalikan ke kondisi terbaiknya dengan cara diperbaiki lebih dulu. Risikonya pemilik harus mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan total hingga puluhan bahkan ratusan juta. Tergantung jenis mobil dan kerusakannya.

Baca Juga  Daftar Harga Helm Cargloss Ori KW Terbaru

“Kalau mau mengembalikan kondisi mobil bekas banjir menjadi lumayan apik, itu busa yang tebal-tebal di bagian kabin kalau budget-nya memang ada, lebih baik diganti baru. Takutnya kalau nggak diganti-ganti, beberapa bulan kemudian ada efeknya (keluar bau tidak sedap),” jelas Taqwa.

Risiko lain jika mobil langsung dijual pemilik tetap merugi karena sudah banyak uang yang dikeluarkan. Sudah begitu, tidak banyak diler mobil bekas yang mau menerima mempertimbangkan risiko di kemudian hari.

Diperbaiki dan dipakai sepuasnya

Pilihan berikutnya mobil diperbaiki lalu dipakai lagi sepuasnya hingga lama atau mungkin hingga bobrok. Tak ada salahnya hal itu jadi pilihan, dari pada dijual apa adanya uang yang didapat juga tidak seberapa. Sedangkan kalau diperbaiki lalu dijual tentu terasa banget kerugiannya. Kalau dipakai lagi sampai lama pemilik masih bisa merasakan manfaat untuk membantu beraktivitas.

Baca Juga  Tips Modifikasi Toyota Calya yang Murah dan Tak Merusak Garansi

So, kalau mobil korban banjir itu milik Anda, mau Anda apakan?

Tidak masalah mobil bekas kebanjiran dipakai lagi kalau sudah diperbaiki

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”