Media Inspirasi Masa Kini

Ingin Jual Mobil Bekas Banjir? Harganya Bakal Anjlok Jadi Segini

harianlampung.co.id – Mobil yang pernah terendam banjir biasanya membutuhkan perbaikan yang tidak sedikit. Selain memperbaiki bagian mesin, pemilik mobil juga harus memperbaiki kelistrikan mobil yang mungkin mengalami korsleting, hingga membersihkan bagian-bagian interior. Opsi men jual mobil bekas banjir pun menjadi salah satu pilihan bagi pemilik mobil yang tak mau repot.

Menjual mobil bekas banjir memang bisa menjadi solusi cepat bagi pemilik mobil. Namun pemilik kendaraan harus mengetahui bahwa mobil yang mereka jual tak akan laku dengan harga normal di pasaran karena sudah bekas banjir. Menurut pemilik dealer mobil bekas Mulia Jaya, Agus Kurnia, mobil bekas banjir biasanya akan ditawar sekitar Rp30 juta hingga Rp50 juta lebih murah dari harga normal.

Misalnya, jika harga pasaran Toyota Avanza 2010 sebesar Rp95 juta, maka jika bekas banjir akan ditawar menjadi Rp65 juta. “Karena nanti pedagang pasti akan menjual di bawah harga pada umumnya ke konsumen berikutnya karena bekas banjir,” ujar Agus seperti dilansir GridOto.

Baca Juga  Selisih Dua Poin, Quartararo Tidak Khawatir Kehilangan Gelar

Anjloknya harga jual mobil bekas banjir cukup wajar lantaran kondisi mobil yang pernah terendam banjir tidak akan bisa pulih seratus persen. Biasanya, mobil bekas banjir hanya mampu pulih sembilan puluh persen dari kondisi semula. Itu pun dengan catatan bengkel yang mengerjakan perbaikan melakukannya dengan rapi dan sempurna.

Turun drastisnya harga jual mobil bekas banjir juga dikatakan oleh Herjanto Kosasih selaku Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua. Menurutnya untuk jenis mobil Jepang seperti Avanza, Xenia, Sigra, harga jualnya bisa turun sepuluh sampai dua puluh persen dari harga pasaran jika pernah terendam banjir. Sedangkan mobil kelas premium, bisa turun harganya hingga tiga puluh persen.

Sedangkan mobil buatan Eropa yang onderdil dan suku cadangnya lebih mahal dibanding mobil Jepang, penurunan harganya bisa mencapai lebih dari tiga puluh persen. Lalu bagaimana untuk supercar atau mobil mewah lainnya yang harga pasarannya mencapai miliaran rupiah? Herjanto mengatakan mobil mewah yang terendam banjir harga jualnya bisa anjlok lebih dari lima puluh persen.

Baca Juga  Kenapa Mobil Bekas Bergardan Belakang Lebih Unggul daripada Bergardan Depan?

“Kalau supercar itu parah lagi. Peminatnya sedikit dan mobil rusak bekas banjir. Siapa yang mau beli, dijual bakal murah harganya. Turunnya bisa lebih dari lima puluh persen,” kata Herjanto.

Cara menjaga harga jual mobil bekas banjir

Harga jual mobil bekas banjir memang sudah pasti anjlok. Bila pemilik mobil ingin memperbaikinya dulu sebelum menjualnya di kemudian hari, maka sebaiknya perbaikan tersebut dilakukan secara menyeluruh di bengkel resmi.

Menurut Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna, perbaikan secara menyeluruh akan meminimalisir problem mobil di masa mendatang. Misalnya, jika ada komponen yang sudah korosif akibat terkena banjir, maka harus diganti. Meskipun satu bagiannya masih berfungsi, tetap harus diganti agar tidak menimbulkan masalah ketika akan dijual.

Perbaikan secara menyeluruh ini termasuk pergantian komponen di bagian kabin. “Misalnya plafon tidak terlalu kotor terus dibiarkan saja. Ya jangan. Pilihannya dua, kalau kotoran lumpurnya di plafon tidak bisa dibersihkan ya diganti. Tapi kalau masih bisa dibersihkan, ya dibersihkan,” jelas Suparna seperti dilansir Detik.

Baca Juga  3 Motor Listrik Charged Indonesia Tidak Dijual, tapi Sewa

Suparna juga mengingatkan bahwa mobil bekas banjir bisa diketahui dari bau kabin yang apek. Hal in karena kabin tidak benar-benar kering. “Kelembabannya masih ada dan penuh bakteri di bagian evaporator, plafon, trim board, karpet. Jadi itu juga harus dikeringkan sampai benar-benar kering. Bila perlu diozon agar bau apek hilang,” jelasnya.

Adapun perbaikan mobil bekas banjir dibagi tiga yakni light, medium, dan heavy. Bila rendaman air sebatas karpet, maka masuk dalam penangangan ringan (light). Jika sampai sandaran jok, maka masuk kategori medium. Dan jika sampai atap atau plafon, maka masuk kategori heavy.

Sumber gambar: Shutterstock

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website momobil.id. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”