Media Inspirasi Masa Kini

5 Cara Mudah Menyimpan Tepung agar Tidak Berkutu

harianlampung.co.id – berbasis gandum seperti terigu rupanya tidak bisa sembarangan.

Alih-alih dapat dipakai dalam jangka waktu lama, tepung berbasis gandum itu rawan sekali muncul .

Ketika kutu pada tepung sudah muncul, itu menjadi pertanda bahwa kualitas tepung sudah berkurang dan menjadi kurang higienis, meski sebenarnya masih bisa digunakan.

Cara menyimpan tepung agar tidak berkutu

yang tidak disimpan dengan baik maka daya simpan tepung dapat berkurang hingga munculnya kutu.

Maka dari itu, jika disimpan dengan benar, maka tepung yang kita punya di rumah bisa tahan lebih lama serta terhindar dari .

Berikut cara menyimpan tepung agar terbebas dari kutu dan tahan lama, sebagaimana dikatakan Chef Dhimas Suryo, Head Sriboga Service Center (SCC Kemang), usai acara Sriboga “Tradisi Boga Nusantara Kekinian” di Hotel Santika Mega Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.

1. Simpan di tempat yang kering

Menyimpan tepung idealnya di tempat yang kering dan terbebas dari kelembapan. Hindari menyimpan tepung di area yang panas, seperti di dekat kompor, atau di dekat kulkas.

Baca Juga  Pusing Seakan Mau Pingsan? Mungkin Ini Penyebabnya

Suhu panas tersebut dapat memicu kelembapan di area sekitar yang membuat kualitas tepung dapat berkurang.

Tepung idealnya juga tidak boleh terpapar kelembapan tinggi karena panas dan kelembapan merupakan faktor yang membuat kutu muncul.

Selain itu usahakan untuk tidak menyimpan tepung dengan menempel ke tembok atau dinding dan lantai.

Sebab suhu dinding serta lantai terkadang tidak bisa stabil, terkadang panas di siang hari dan menjadi dingin pada malam hari.

Suhu tersebut bisa memberikan kelembapan di sekitarnya. Untuk itu, atur jarak setidaknya sekitar 10 cm agar tidak terlalu menempel di dinding serta di bagian bawahnya (jika kemasannya besar) diberi tatakan agar tidak langsung menempel di lantai.

2. Simpan di wadah tertutup

Jika membeli dengan kemasan besar, sebaiknya pindahkan tepung tersebut ke wadah kering dan tertutup.

Atau pastikan kemasannya masih dalam keadaan bagus agar tidak ada kelembapan dari udara yang bisa masuk ke dalam kemasan tersebut.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Oktober 2022, Sumber Kebahagiaan Aquarius dan Scorpio adalah Kesehatan

Penggunaan wadah tertutup bertujuan agar tepung tidak menyerap kelembapan dari udara sekitar yang bisa memunculkan kutu.

3. Hindari disimpan bersamaan dengan bahan beraroma

Menurut Chef Dhimas, tepung pada dasarnya bersifat absorptive atau dapat menyerap aroma yang ada di sekitarnya.

Maka dari itu, menyimpan tepung di wadah tertutup hingga menghindari bahan lain yang beraroma tajam dapat mempertahankan kualitas tepung itu sendiri.

Sebab ketika tepung disimpan bersamaan dengan bahan lain yang beraroma tajam, kemungkinan cita rasa dari tepung saat diolah menjadi roti atau kue akan berubah dan beraroma lain.

4. Simpan di kulkas akan lebih aman

Menyimpan tepung terigu di kulkas maka akan lebih aman.

Namun satu hal yang perlu diperhatikan adalah pastikan disimpan di wadah tertutup dan wadahnya kering.

Cara ini dapat membuat masa simpan tepung dapat bertahan lebih lama karena suhu kulkas tidak memengaruhi kualitas tepung.

Baca Juga  Tips pilih bahan hingga alat untuk ramuan herbal yang benar

5. Perhatikan kondisinya sebelum dipakai

Tepung berbasis gandum sebetulnya bisa disimpan dalam jangka waktu lama sekitar 3-4 bulan ketika kemasannya sudah dibuka.

Sebelum digunakan, ada baiknya jika kita memeriksa kondisinya. Seperti mengetahui bau yang ditimbulkan.

Menurut Chef Dhimas, tepung yang berbau apek maka itu suatu pertanda bahwa tepung sudah tidak bisa digunakan lagi.

Sementara jika terdapat kutu tapi tepungnya tidak berbau, maka tepung itu masih dapat digunakan.

Untuk menghilangkannya kita dapat menggunakan ayakan khusus tepung untuk menyortir dan membuang kutu tersebut.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”