News  

Kemenperin Siap Perjuangkan Dana DHE untuk Sektor Manufaktur

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai bahwa dana devisa hasil ekspor (DHE) berpotensi menjadi rebutan untuk pengembangan banyak sektor.

Oleh karena itu, ia siap berjuang agar dana tersebut bisa kembali berputar untuk pengembangan sektor manufaktur. Hal tersebut disampaikan Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR pada Selasa (14/2).

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri Perindustrian menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan tindakan yang tepat agar DHE tidak menjadi rebutan, tetapi bisa dikembangkan menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak.

Agus juga menambahkan bahwa upaya ini akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia.

Diketahui bahwa DHE merupakan dana hasil devisa yang diperoleh dari hasil ekspor suatu negara. Dalam hal ini, Indonesia telah mencatatkan peningkatan signifikan dari hasil ekspor tahun lalu.

Dengan adanya bantuan dana DHE ini, pemerintah berharap bisa mengembangkan sektor manufaktur dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Selain itu, Menteri Perindustrian juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan DHE

Pihaknya menegaskan bahwa dana tersebut tidak hanya akan dimanfaatkan untuk pengembangan sektor manufaktur, tetapi juga untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan pendidikan serta kesehatan masyarakat.

Melalui upaya ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian, pemerintah berharap dapat menciptakan masyarakat yang mandiri dan mampu mengembangkan kemampuan potensi diri untuk menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia.

Kesimpulannya, dengan adanya dana devisa hasil ekspor (DHE), pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan pemanfaatannya agar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sektor manufaktur, infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Rate this post