Sepakbola

Michael Carrick Kritik Keputusan Wasit Usai Man United Kalah 1-2 dari Leeds

Advertisement

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengungkapkan kekecewaannya atas sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya saat kalah 1-2 dari Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris 2025-2026, Selasa (14/4/2026). Carrick secara spesifik menyoroti gol pembuka Leeds yang dianggapnya berasal dari pelanggaran, serta keputusan kontroversial pengusiran bek tengah Lisandro Martinez.

Kekalahan di Stadion Old Trafford ini memperpanjang tren negatif Manchester United yang belum pernah meraih kemenangan dalam tiga pertemuan terakhir melawan Leeds United. Gol cepat Noah Okafor pada menit ke-5 dan tambahan golnya pada menit ke-29 membuat tim tamu unggul 2-0, sebelum Casemiro memperkecil ketertinggalan pada menit ke-69. Hasil ini membuat Manchester United tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Inggris 2025-2026 dengan 55 poin, sementara Leeds United naik ke peringkat 15 dengan 36 poin.

Sorotan pada Gol Pembuka Leeds

Carrick menilai, ritme permainan timnya tidak berjalan ideal sejak awal laga. Ia secara tegas menyatakan bahwa gol pertama Leeds seharusnya tidak sah karena adanya dugaan pelanggaran terhadap Leny Yoro yang tidak terlihat oleh wasit.

“Kami tidak memulai pertandingan dengan baik,” jelas Carrick, dilansir dari BBC Sport, Selasa (14/4/2026). “Kami jelas kebobolan ketika Leny Yoro mendapat hantaman lengan bawah di bagian belakang kepala dan mereka mencetak gol pertama.”

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk tidak membatalkan gol tersebut merupakan momen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan. Pada babak pertama, Carrick mengakui pasukannya kesulitan menemukan kekompakan dan ritme permainan yang tepat.

Kartu Merah Martinez Dianggap Keputusan Terburuk

Situasi Manchester United semakin sulit ketika Lisandro Martinez mendapatkan kartu merah pada menit ke-56 setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Dominic Calvert-Lewin. Carrick menyebut keputusan tersebut sangat mengejutkan dan salah satu yang terburuk yang pernah ia saksikan.

“Namun di babak kedua, saya pikir para pemain bermain dengan cara mereka, tetap positif dan berjuang untuk mendapatkan sesuatu setelah keputusan yang sangat mengejutkan untuk mengusir Lisandro Martinez,” ujar pria kelahiran Wallsend tersebut.

“Dua pertandingan berturut-turut kami mengalami keputusan seperti itu yang merugikan kami, tetapi yang satu ini adalah salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat.”

Advertisement

Carrick berargumen bahwa kontak yang dilakukan Martinez kepada Calvert-Lewin tidak tergolong pelanggaran berat atau tindakan agresif, melainkan lebih kepada kehilangan keseimbangan. Ia juga mengecam kegagalan Video Assistant Referee (VAR) untuk mengoreksi keputusan tersebut.

“Anda bisa menyikut Leny Yoro untuk gol pertama, jelas dengan lengan yang mengarah ke depan,” ungkapnya merujuk pada insiden gol pembuka Leeds. “Anda bisa melemparkan lengan Anda ke wajah Martinez dan kemudian karena dia kehilangan keseimbangan akibat itu, dia setengah bergulat, dia setengah menyentuh bagian belakang rambutnya yang membuat sanggulnya terlepas.”

“Aku bahkan tidak tahu seperti apa kelihatannya. Itu bukan tarikan, bukan sentakan, bukan tindakan agresif,” terangnya. “Dia menyentuhnya dan dia langsung dikeluarkan dari lapangan. Yang lebih buruk lagi, dia malah disuruh membatalkan keputusan itu, sebuah kesalahan yang jelas dan nyata. Mengejutkan.”

Apresiasi Perjuangan Pemain Meski Kalah

Meskipun diliputi kekecewaan atas hasil dan keputusan wasit, Carrick tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemainnya. Ia melihat mentalitas yang benar ditunjukkan oleh timnya, terutama di babak kedua saat bermain dengan sepuluh orang.

“Para pemain berjuang habis-habisan. Ini sepak bola, terkadang Anda tidak memiliki momen bagus dalam pertandingan dan terkadang Anda memilikinya,” tegas Carrick. “Kami tahu kami bisa menjadi lebih baik dan melakukan berbagai hal dengan lebih baik. Kami jelas akan mempertimbangkan hal itu.”

Carrick merasa performa di paruh kedua menunjukkan semangat juang yang layak diapresiasi. “Di babak kedua, kami sebenarnya bisa mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini, dan saya senang dengan cara kami bermain. Kami berbicara saat jeda tentang mencetak gol berikutnya dan mencoba memenangkan pertandingan. Tentu saja, itu lebih sulit ketika Anda bermain dengan sepuluh pemain,” pungkasnya.

Advertisement