Media Inspirasi Masa Kini

Penemuan Terbaru: Astronom Menemukan Tiga Bulan Baru di Tata Surya

Planet Baru di Tata Surya

HarianLampung.co.id – Informasi terbaru dari Astronom Temukan 3 Bulan Baru, Mengorbit di Planet Neptunus dan Uranus.

Astronom baru-baru ini telah membuat penemuan mengejutkan dalam sistem tata surya kita. Mereka menemukan tiga bulan baru, dua dari mereka mengelilingi Neptunus, sementara satu bulan lainnya mengorbit di sekitar Uranus.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang penemuan menarik ini.

Uranus dan Bulan Barunya yang Misterius: S/2023 U1

Bulan baru yang paling mencolok adalah yang ditemukan mengelilingi Uranus. Bulan ini, yang sementara dinamai “S/2023 U1,” menarik perhatian karena lebarnya yang hanya 5 mil (8 kilometer).

Bagaimana bulan kecil ini bisa terlewat begitu lama? Kabarnya, ini adalah kali pertama bulan baru di sekitar Uranus terdeteksi dalam lebih dari dua dekade.

Tidak hanya itu, bulan ini juga memiliki keunikan lainnya. Dengan waktu orbit sekitar 680 hari, bulan ini membutuhkan waktu cukup lama untuk mengelilingi Uranus satu kali.

Untuk memberi gambaran perbandingan, lihatlah bulan terkecil di tata surya kita, Deimos, yang mengelilingi Mars. Deimos memiliki lebar 8 mil (13 km), lebih besar dari bulan baru Uranus.

Neptunus dan Duo Bulan Barunya: S/2002 N5 dan S/2021 N1

Pindahlah pandangan kita ke Neptunus, planet biru-hijau yang selalu menyimpan misteri. Di sekitarnya, dua bulan baru juga ditemukan.

Bulan yang paling terang saat ini diberi nama sementara “S/2002 N5,” dengan lebar 14 mil (23 km) dan mengelilingi Neptunus dalam orbit 9 tahun.

Sementara itu, bulan yang lebih redup, bernama sementara “S/2021 N1,” memiliki lebar 8,6 mil (14 km) dan menyelesaikan satu orbit setiap 27 tahun sekali.

Menariknya, keduanya akan mendapatkan nama permanen yang terinspirasi dari dewa laut dan nimfa dalam mitologi Yunani. Penamaan ini memberikan sentuhan mitologis pada penemuan ilmiah ini.

Penemuan oleh Minor Planet Center: Kolaborasi Ilmiah Internasional

Penemuan menarik ini diumumkan oleh Minor Planet Center Persatuan Astronomi Internasional, badan ilmiah berbasis di Massachusetts yang bertanggung jawab untuk menentukan planet, komet, dan bulan di tata surya kita.

Penemuan ini bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan kolaborasi internasional yang melibatkan para ilmuwan dari berbagai lembaga.

Scott Sheppard, seorang ilmuwan di Carnegie Science, bekerja sama dengan Marina Brozovic, Bob Jacobson dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, David Tholen dari Universitas Hawaii, Chad Trujillo dari Northern Universitas Arizona, dan Patryk Sofia Lykawa dari Universitas Kindai.

Mereka menggunakan observatorium di Hawaii dan Chili untuk membuat penemuan ini.

Proses Penemuan: Pengamatan Khusus dan Teknologi Tinggi

Menemukan objek langit yang samar seperti bulan baru ini bukanlah tugas yang mudah. Sheppard menjelaskan bahwa “Dibutuhkan pemrosesan gambar khusus untuk mengungkap objek samar tersebut.”

Dia pertama kali melihat bulan baru Uranus pada bulan November lalu saat menggunakan teleskop Magellan Chile.

Pengamatan lanjutan dan prediksi orbit oleh ilmuwan JPL pada bulan berikutnya akhirnya mengkonfirmasi keberadaan bulan baru Uranus.

Sementara itu, dua bulan baru Neptunus pertama kali terlihat pada September 2021, dan pengamatan lanjutan memastikan orbit mereka.

Menentukan orbit bulan yang lebih redup memerlukan waktu pengamatan khusus dalam kondisi ultra murni, seperti yang dilakukan dengan Teleskop Sangat Besar Eropa di Chili dan Observatorium Gemini di Hawaii.

Temukan Artikel Viral kami di Google News