Media Inspirasi Masa Kini

Mobil Sedan Kini Sepi Peminat, Efek Pergeseran Tren?

harianlampung.co.id

Dibandingkan model jenis lain, kini mobil sedan sepi peminat di Indonesia. Saat ini, tren mobil di Indonesia didominasi MPV dan SUV, atau hatchback jika yang dicari adalah sebuah city car.

Padahal, sampai tahun 1990-an sedan pernah jadi jenis mobil yang sangat diminati konsumen. Sangking populernya, saat itu bahkan tiap pabrikan menjadikan sedan sebagai volume maker. Apakah ini efek pergeseran tren, atau ada beberapa hal dari SUV dan MPV yang membuatnya lebih diminati dari sedan? Untuk lebih jelasnya, simak alasan mobil sedan sepi peminat di bawah ini.

1. Karakteristik orang Indonesia

Orang Indonesia lebih suka membeli mobil keluarga dengan muatan banyak

“Indonesia kan suka mobil dengan tiga baris tempat duduk, mau dipakai mau tidak, pokoknya tiga baris. Jadi kami yakin Volkswagen Tiguan Allspace sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia,” ujar COO PT Garuda Mataram Motor, Jonas Chendana, saat peluncuran SUV Volkswagen Tiguan Allspace yang memiliki tiga baris tempat duduk.

Baca Juga  Dua Layanan Auto2000 Bikin Tenang Gunakan Mobil Toyota Setelah Mudik

Dari pernyataan di atas, kita tentu bisa menyimpulkan kenapa model SUV dan MPV kini jadi primadona dibandingkan sedan. Karakteristik masyarakat Indonesia suka mobil dengan kapasitas besar, hingga 6-7 penumpang. Di sisi lain, sedan hanya bisa 5 orang saja.

2. Kondisi jalan tak memungkinkan

Ground clearence mobil sedan yang rendah tak akan cocok lewati jalan berlubang

Sebagian besar jalan raya di Indonesia kurang ramah terhadap sedan yang punya ground cleareance rendah. Selain banyak lubang, terkadang ada juga hambatan berupa “polisi tidur” yang tidak sesuai standar.

Akibatnya, pemakai sedan selalu was-was dan harus ekstra hati-hati saat mengemudi. Pada akhirnya, mereka pun cenderung memilih mobil dengan ground clereance tinggi seperti SUV atau MPV, dan membuat mobil sedan sepi peminat.

Baca Juga  Cek Perbedaan New Daihatsu Sirion dengan Perodua Myvi di Negeri Jiran

3. Pajak tinggi

Stigma pajak sedan mahal masih berkembang di masyarakat

Dulu, pajak kendaraan dinilai dari ruangan mesin, penumpang, dan bagasi. Perhitungan tersebut membuat sedan masuk dalam kategori mobil mewah, alhasil pajaknya tinggi. Meski saat ini aturan sudah dibuat lebih fleksibel untuk sedan tertentu, namun persepsi “mahal” terhadap mobil sedan sudah telanjur melekat di masyarakat.

4. Banjir

Mobil sedan yang rendah akan kesulitan melewati banjir

Di beberapa wilayah di Indonesia, banjir bisa datang tanpa bisa diduga-duga, khususnya di Ibukota pada saat musim hujan. Dengan tinggi mobil yang rendah, sedan tentu akan kesulitan melintasi genangan air, alhasil orang berpikir dua kali untuk meminang sedan.

5. Tak bisa bawa barang banyak

Jika dibandingkan ruang bagasi SUV atau MPV, kapasitas penyimpanan bagasi sedan cukup terbatas. Hal ini mempengaruhi pilihan konsumen yang butuh ruang lebih luas. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa hatchback, bagasi sedan masih dianggap terbatas.

Baca Juga  Kelebihan dan Kekurangan Toyota Voxy, MPV Premium dengan Sliding Door

Lesunya peminat sedan baru juga berpengaruh terhadap mobil sedan bekas di pasaran, yang juga tidak begitu banyak peminat. Biasanya, peminat sedan umumnya berasal dari penggemar, atau mereka yang mencari mobil dengan harga lebih murah mengingat sedan bekas umumnya lebih murah dari SUV dan MPV bekas.

>>> Simaklah tips & trik lainnya dengan klik sini

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harianlampung.co.id adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harianlampung.co.id tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”