Bola

Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Uber, Putri KW Bisa Tiru Gregoria

Advertisement

Tim beregu putri Indonesia menghadapi tantangan berat di Piala Uber 2026 yang akan bergulir di Horsens, Denmark, mulai 24 April mendatang. Hasil undian menempatkan skuad Garuda di Grup C bersama Taiwan, Kanada, dan Australia, sebuah grup yang diprediksi bakal sengit.

Keempat negara dalam Grup C memiliki kekuatan yang relatif merata, tanpa ada satu tim pun yang secara gamblang mendominasi. Situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bahkan secara khusus menyebut Grup C sebagai grup yang paling sulit ditebak, membuka peluang lebar bagi setiap tim untuk merebut dua tiket ke fase gugur.

Meskipun Indonesia dan Taiwan memiliki nama besar dalam sejarah bulu tangkis, Kanada dan Australia juga memiliki potensi untuk memberikan kejutan. Kualitas keempat negara diprediksi akan membuat persaingan di grup ini menjadi sangat ketat.

Taiwan Tanpa Tai Tzu Ying, Indonesia Andalkan Putri KW

Taiwan, yang pada edisi kali ini tidak lagi diperkuat pemain bintang Tai Tzu Ying yang telah memutuskan pensiun, tetap memiliki kekuatan yang cukup merata di sektor tunggal dan ganda. Performa mereka tercatat kompetitif di berbagai turnamen BWF World Tour, meskipun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.

Kondisi serupa juga dihadapi Indonesia, yang pada Piala Uber kali ini banyak menurunkan pemain debutan. Absennya Gregoria Mariska Tunjung akibat cedera menjadi pukulan tersendiri bagi tim. Gregoria, yang menjadi andalan Indonesia di posisi tunggal pertama dalam tiga edisi Piala Uber terakhir, digantikan oleh Putri Kusuma Wardani.

Tugas yang diemban Putri KW diprediksi akan sangat berat. Posisi tunggal pertama seringkali menjadi penentu semangat juang tim. Kemenangan di partai pembuka dapat mendongkrak kepercayaan diri seluruh skuad, sementara kekalahan dapat mengganggu fokus pertandingan selanjutnya.

Dalam konteks ini, Putri KW diharapkan dapat meniru etos kerja keras Gregoria Mariska, yang berhasil membawa Indonesia melangkah hingga ke final Piala Uber 2024. Kala itu, Indonesia yang tidak terlalu diunggulkan, mampu tampil impresif hingga meraih medali perak.

Advertisement

Rekam Jejak Gregoria di Piala Uber 2024

Perjalanan Gregoria Mariska bersama tim Indonesia di Piala Uber 2024 patut menjadi inspirasi. Sepanjang fase grup hingga semifinal, Gregoria secara konsisten membuka kemenangan bagi tim Merah Putih.

Dalam dua laga fase grup, Gregoria berhasil mengalahkan Yeung Sum Yee dari Hong Kong dengan skor 21-15, 21-11, dan kemudian menaklukkan Akane Yamaguchi dari Jepang dalam laga sengit tiga gim, 17-21, 21-17, 21-13.

Performa gemilangnya berlanjut di babak perempat final melawan Thailand. Gregoria sukses mengalahkan Ratchanok Intanon dalam dua gim langsung, 22-20, 21-18. Momentum kemenangan itu kembali berlanjut di semifinal menghadapi Korea Selatan, di mana ia mengalahkan Sim Yu Jin dengan skor 21-13, 21-15.

Rentetan kemenangan Gregoria baru terhenti di partai final melawan tim kuat China. Ia harus mengakui keunggulan Chen Yu Fei dengan skor 7-21, 16-21, yang akhirnya berujung pada kekalahan 0-3 bagi tim Indonesia.

Sumber: http://www.kompas.com/badminton/read/2026/04/22/09410958/indonesia-masuk-grup-neraka-piala-uber-putri-kw-bisa-tiru-gregoria

Advertisement