Bola

Liam Rosenior Pertanyakan Profesionalisme Pemain Chelsea Usai Digilas Brighton 0-3

Advertisement

Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Stadion American Express, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, memicu luapan amarah pelatih Chelsea, Liam Rosenior. Hasil tersebut menandai lima kekalahan beruntun The Blues di Liga Inggris musim 2025-2026, sebuah rekor yang sulit diterima Rosenior.

Gawang Chelsea yang dikawal Robert Sanchez tiga kali dibobol oleh Brighton melalui gol cepat Ferdi Kadioglu di menit ketiga, disusul Jack Hinshelwood pada menit ke-56, dan ditutup oleh Danny Welbeck di menit akhir babak kedua. Rosenior menegaskan perlunya perubahan drastis dalam skuadnya.

Kekecewaan Mendalam Rosenior

“Jauh sekali. Jauh sekali. Tidak dapat diterima dalam setiap aspek permainan. Saya terus membela para pemain, penampilan malam ini tidak dapat dibenarkan,” ujar Rosenior, seperti dikutip dari Sky Sports.

Ia menambahkan, “Cara gol yang kami kebobolan, duel yang kami kalahkan. Sesuatu harus berubah secara drastis di sini, sekarang juga.”

Rosenior mengungkapkan rasa jengahnya melihat para pemain yang selama ini ia bela justru tampil buruk. Ia merasa perlu introspeksi, namun tidak bisa terus-menerus membenarkan penampilan yang dinilainya jauh dari standar.

“Mengapa? Kita perlu bercermin. Saya perlu bercermin. Tapi saya tidak bisa terus-menerus keluar dan membela beberapa hal yang kita lihat. Manchester United, hasil sebenarnya tidak sesuai harapan, tetapi saya merasa kita telah berbalik arah,” jelasnya.

Semangat Bertanding yang Pudar

Lebih lanjut, Rosenior menyoroti kurangnya semangat juang para pemainnya. Ia menyebut hanya tiga hingga empat pemain yang menunjukkan determinasi penuh dalam pertandingan tersebut.

“Sikap dan semangat secara umum kurang, tekad dari tiga atau empat pemain dari sebelas pemain inti. Itu sama sekali tidak cukup untuk klub ini,” tegasnya.

Ia tak ragu untuk menyampaikan kebenaran, meskipun pahit. “Saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan yang sebenarnya. Itu adalah penampilan yang tidak dapat diterima di setiap level,” kata Rosenior.

Advertisement

Kekalahan ini, menurutnya, sama sekali tidak merepresentasikan apa yang ia inginkan dari timnya. “Anda bisa berbicara tentang kurangnya kepercayaan diri, atau hasil yang tidak sesuai harapan. Itu bukan representasi dari apa pun yang ingin saya lihat, dan saya tidak akan pernah melihatnya lagi,” tandasnya.

Pertanyakan Profesionalisme Pemain

Liam Rosenior secara terang-terangan mempertanyakan profesionalisme para pemain Chelsea. Mantan pelatih Strasbourg itu bahkan menyebut laga ini sebagai salah satu yang tersulit dalam kariernya.

“Penampilan dari segi profesionalisme sangat buruk. Ini benar-benar malam yang sangat sulit, malam tersulit—bukan hanya di klub sepak bola yang luar biasa ini—tetapi dalam karier saya. Beberapa hal yang saya saksikan hari ini, saya tidak ingin pernah melihatnya lagi,” ungkapnya.

Ia menyindir gairah pemain yang seolah memudar dan terkesan menyerah pada keadaan.

“Anda harus bertanya pada para pemain. Jika Anda bermain di klub sepak bola elite ini, atau klub sepak bola mana pun, bahkan dituduh menyerah saja sudah tidak dapat diterima. Itu saja yang akan saya katakan,” sambung Rosenior.

Meskipun demikian, Rosenior menekankan bahwa skuadnya harus segera bangkit. Fokus kini tertuju pada laga semifinal Piala FA melawan Leeds United pada akhir pekan.

“Saya merasa sakit hati, saya merasa mati rasa. Itu tidak mewakili saya. Itu sama sekali tidak mewakili klub sepak bola ini. Itu harus berubah, dimulai dengan semifinal Piala FA pada hari Minggu,” tuturnya.

Sumber: http://bola.kompas.com/read/2026/04/22/06591998/liam-rosenior-pertanyakan-profesionalisme-pemain-chelsea-usai-digilas-brighton-0

Advertisement