Money

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Pelaut WNI, Menyusul Serangan Misil di Laut Arab

Advertisement

Kementerian Perhubungan memfasilitasi kepulangan tiga pelaut Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan misil di Laut Arab. Insiden yang menimpa kapal MV Gold Autumn ini juga memicu kebakaran dan kerusakan pada kapal, memaksa para awak kapal melakukan evakuasi darurat.

Ketiga pelaut yang berhasil dipulangkan adalah Adhelan Azhiz Fiqih, Robi Andika Saputra, dan Farhan Setio Budi. Mereka tiba di Indonesia pada Minggu, 19 April 2026, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setibanya di tanah air, mereka langsung disambut oleh perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Proses penjemputan ini juga melibatkan perwakilan perusahaan keagenan dan penempatan awak kapal, serta asosiasi pelaut yang memberikan pendampingan. Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menekankan bahwa keselamatan pelaut Indonesia adalah prioritas utama dalam setiap penanganan keadaan darurat di sektor pelayaran.

“Dalam situasi apapun, negara memastikan pelaut Indonesia tidak dibiarkan menghadapi risiko sendiri. Penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh,” ujar Samsuddin dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, para pelaut WNI yang selamat dibawa ke Karachi, Pakistan. Di sana, mereka mendapat pendampingan dari perusahaan pengelola kapal, Shanghai Defeng Shipping Co. Ltd. Seluruh dokumen perjalanan yang hilang akibat insiden tersebut diterbitkan kembali melalui koordinasi antara perwakilan RI dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses kepulangan ke Indonesia.

Penanganan kasus ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan WNI, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi. Komitmen bersama ini memastikan proses pemulangan, pemeriksaan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar para pelaut berjalan lancar.

Rincian Insiden Serangan di Laut Arab

Insiden serangan misil terjadi pada 8 April 2026, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Saat itu, MV Gold Autumn sedang berlayar di Laut Arab ketika rudal pertama menghantam ruang muat nomor 4, yang kemudian memicu kebakaran pada muatan.

Sekitar 15 hingga 20 menit kemudian, serangan kedua terjadi. Kali ini, rudal menyebabkan kerusakan pada area akomodasi kapal dan mengakibatkan kebakaran di anjungan. Situasi darurat ini memaksa sebagian awak kapal untuk melakukan evakuasi menggunakan sekoci penyelamat.

Advertisement

Namun, upaya evakuasi tersebut menghadapi kendala ketika sekoci penyelamat mengalami gangguan mesin, menyebabkan para awak kapal terombang-ambing di laut terbuka. Beruntung, sekitar pukul 19.30 waktu setempat, kapal MV Eunice berhasil menemukan dan mengevakuasi para awak kapal dalam keadaan selamat.

Perlindungan Pelaut Menjadi Prioritas

Samsuddin kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi pelaut Indonesia. Ia menyatakan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga pada pemenuhan seluruh hak pelaut, mulai dari aspek keselamatan, administrasi, hingga tanggung jawab pihak-pihak terkait.

“Penanganan ini tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memastikan seluruh hak pelaut terpenuhi, mulai dari aspek keselamatan, administrasi, hingga tanggung jawab pihak terkait,” ungkap Samsuddin.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan pelaut Indonesia, terutama dalam menghadapi dinamika risiko pelayaran di perairan internasional. Penguatan sistem perlindungan ini akan dilakukan melalui pengawasan yang ketat, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

“Penguatan sistem perlindungan pelaut Warga Negara Indonesia (WNI) akan terus ditingkatkan melalui pengawasan, koordinasi lintas sektor, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.

Sumber: http://money.kompas.com/read/2026/04/21/192254826/kemenhub-fasilitasi-pemulangan-pelaut-wni-menyusul-serangan-misil-di-laut-arab

Advertisement