Lifestyle

5 Rekomendasi Brand Fashion Lokal Ramah Lingkungan, Saatnya Ubah Pilihan Outfit di Hari Bumi

Advertisement

Limbah pakaian menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia, dengan lebih dari 92 juta ton sampah tekstil diproduksi secara global setiap tahunnya, menurut data UN Environment Programme (UNEP). Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung merek-merek fesyen lokal yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Di tengah dominasi tren fast fashion, sejumlah jenama lokal Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kelestarian bumi melalui praktik produksi yang berkelanjutan. Berikut adalah lima rekomendasi merek fesyen lokal yang mengusung konsep ramah lingkungan:

1. Dama Kara

Merek asal Bandung ini dikenal dengan koleksi batik yang memadukan desain trendi dengan nilai-nilai tradisional. Dama Kara membangun ekosistem fesyen yang inklusif dengan memberdayakan penyandang disabilitas dalam proses produksinya, memastikan setiap pengerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian.

Lebih lanjut, Dama Kara juga memiliki perhatian terhadap dampak lingkungan. Kain sisa produksi mereka didaur ulang untuk mencegah penambahan sampah tekstil baru. Upaya ini menunjukkan komitmen jenama tersebut dalam menciptakan siklus fesyen yang lebih bertanggung jawab.

2. SukkhaCitta

Sebelum dikenal luas melalui film “Sore: Istri dari Masa Depan”, SukkhaCitta telah lebih dulu membangun reputasi sebagai merek yang mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam setiap aspek kreativitas dan produksinya. Merek ini menggunakan bahan alami untuk pewarna kain dan menginisiasi program daur ulang bertajuk #RemadeRight.

Melalui program #RemadeRight, konsumen diajak untuk mengirimkan kembali pakaian SukkhaCitta yang sudah tidak terpakai agar dapat diolah kembali. Keunikan lain dari SukkhaCitta adalah penawaran jaminan perbaikan seumur hidup untuk setiap produknya. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk memperbaiki pakaian yang rusak, luntur warnanya, atau kehilangan kancing, sehingga mengurangi kebutuhan untuk membeli barang baru secara terus-menerus.

3. Sejauh Mata Memandang

Merek fesyen lokal ini secara konsisten memukau publik dengan koleksinya yang berhasil mengombinasikan pakaian tradisional dengan sentuhan gaya modern, yang dibangun di atas fondasi keberlanjutan lingkungan. Sejauh Mata Memandang tidak pernah main-main dalam mengusung konsep fesyen ramah lingkungan.

Dalam setiap perilisannya, merek ini berupaya menyelipkan pesan untuk menjaga bumi. Salah satu contohnya adalah koleksi “Pesan Bumi” yang menggunakan kain dengan cetakan khusus berisi pesan-pesan inspiratif yang terinspirasi dari karya pengunjung pameran “Kisah Punah Kita” pada tahun 2022. Pendekatan ini menekankan hubungan erat antara fesyen dan kesadaran lingkungan.

Advertisement

4. House of Inang

Jenama fesyen ini dikenal dengan produk-produknya yang berwarna-warni, ikonik, dan ramah lingkungan. Salah satu koleksi yang paling populer adalah tas anyaman yang dibuat dari sampah plastik hasil daur ulang.

Tas-tas tersebut dianyam oleh para perempuan lansia yang diberdayakan, memberikan mereka kemandirian ekonomi sekaligus membantu menopang kehidupan pribadi dan keluarga. Komitmen House of Inang terhadap lingkungan tercermin jelas di situs resmi mereka, yang menampilkan data kontribusi lingkungan serta visi masa depan jenama tersebut.

5. Setali Indonesia

Dipelopori oleh penyanyi Andien Aisyah, Setali Indonesia mengusung konsep upcycle, yaitu memberikan nilai tambah pada sampah pakaian melalui desain yang modis. Keunikan utama Setali adalah setiap item dalam koleksinya bersifat one-of-a-kind, memastikan tidak ada dua orang yang mengenakan pakaian yang sama persis.

Selain itu, Setali Indonesia juga memberikan opsi kepada pelanggan untuk memesan penyesuaian ukuran pakaian. Fasilitas ini bertujuan agar konsumen mendapatkan pakaian yang pas di tubuh, sehingga meminimalkan potensi ketidakpuasan akibat ukuran yang tidak sesuai dan mengurangi kemungkinan pakaian tersebut tidak terpakai.

Kelima jenama lokal tersebut membuktikan bahwa produksi fesyen yang sadar lingkungan dan berkelanjutan sangat mungkin dilakukan. Pertanyaannya, mungkinkah fesyen ramah lingkungan dapat menjadi standar bagi seluruh jenama di industri fesyen di masa depan?

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/22/214500920/5-rekomendasi-brand-fashion-lokal-ramah-lingkungan-saatnya-ubah-pilihan

Advertisement