Tekno

90 Persen Duit Iklan Medsos Dunia Disedot 4 Platform Ini, Siapa Saja?

Advertisement

Perputaran roda periklanan global kini didominasi oleh platform digital, khususnya media sosial, menggerus porsi iklan tradisional. Tren ini diungkap oleh lembaga riset Omdia, yang memproyeksikan pendapatan iklan digital akan mencapai nyaris Rp 25.000 triliun pada tahun 2030.

Maria Rua Aguete, Head of Media & Entertainment Omdia, memaparkan proyeksi industri periklanan global dalam acara StreamTV Europe di Lisbon pekan ini. Ia menyatakan bahwa total pendapatan iklan global diprediksi menembus 1,6 triliun dollar AS pada 2030. Dari jumlah tersebut, iklan digital akan menyumbang porsi terbesar, yakni hampir 1,5 triliun dollar AS, sebuah kenaikan signifikan dari 935 miliar dollar AS pada 2025.

Jurang pertumbuhan antara iklan digital dan konvensional semakin menganga. Untuk tahun 2026, iklan digital diprediksi tumbuh 13 persen, sementara iklan konvensional hanya mampu merangkak di angka 2 persen.

Media Sosial Pimpin Pertumbuhan Agresif

Maria Rua Aguete menegaskan bahwa media sosial menjadi sektor dengan pertumbuhan paling agresif dalam industri periklanan digital. Iklan di platform sosial diprediksi tumbuh 19 persen tahun ini, jauh melampaui pertumbuhan iklan digital non-sosial yang hanya mencapai 9 persen.

“Media sosial menghasilkan pengeluaran iklan per jam yang melampaui rata-rata industri,” ujar Maria. “Dan sebagian besar uang itu bermuara pada segelintir raksasa teknologi.”

Dominasi platform media sosial sangat mutlak. Empat platform utama, yaitu Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, bersama-sama menguasai lebih dari 90 persen pendapatan iklan media sosial global. Platform lain seperti LinkedIn, Pinterest, Reddit, dan X harus bersaing untuk sisa kue iklan yang ada.

Yang lebih mencengangkan, Meta, melalui Facebook dan Instagram, berhasil menyapu 70 persen dari total pendapatan iklan media sosial dunia. Angka ini dilaporkan mengundang decak kagum dari para peserta yang hadir dalam presentasi.

Advertisement

Connected TV Lampaui Iklan TV Linear

Pergeseran lanskap periklanan ini juga mengguncang industri pertelevisian. Omdia memproyeksikan iklan video di media sosial akan menyumbang 40 persen dari total pendapatan iklan TV dan video global pada 2030.

Puncaknya, pendapatan iklan dari Connected TV (CTV), yaitu televisi yang terhubung ke internet, diprediksi akan resmi melampaui pendapatan iklan TV linear pada era 2030-an.

“Lanskap persaingan iklan televisi sudah berubah total,” tegas Maria.

Di segmen CTV, pemain teknologi juga mulai mendominasi. Amazon, Netflix, dan Google saat ini telah mengantongi sekitar 20 persen pangsa iklan CTV, dan angka ini diprediksi melonjak hingga 40 persen pada 2030. Sebaliknya, stasiun penyiaran tradisional diprediksi akan semakin terpinggirkan, dengan pangsa iklan mereka diperkirakan tinggal 25 persen pada 2030, turun dari 30 persen di 2025 dan 43 persen di 2020. Produsen smart TV seperti Samsung dan Roku hanya kebagian sekitar 10 persen dari pasar iklan CTV.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2026/04/21/20350087/90-persen-duit-iklan-medsos-dunia-disedot-4-platform-ini-siapa-saja-

Advertisement