JAKARTA, CNN INDONESIA — Penyanyi Ashanty menegaskan bahwa ia telah mengikhlaskan kerugian materi sebesar Rp 2 miliar yang dialami perusahaannya akibat penggelapan dana oleh mantan karyawannya, Ayu Chairun Nurisa. Bagi istri musisi Anang Hermansyah ini, memaafkan dan melepaskan urusan tersebut jauh lebih penting daripada memikirkan uang yang telah hilang.
“Jujur aku sudah enggak terlalu banyak memikirkan hal itu karena banyak yang harus aku pikirin,” ujar Ashanty dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Duduk Perkara Penggelapan Dana
Ayu Nurisa, yang dulunya merupakan karyawan PT Hijau Hermansyah Indonesia, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemalsuan surat serta penggelapan dana perusahaan milik pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty. Perbuatan ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dan mengakibatkan kerugian total senilai Rp 2 miliar.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang pada Kamis (16/4/2026) telah menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Ayu atas kasus tersebut.
Tak Ada Kewajiban Ganti Rugi dalam Putusan
Menyusul putusan pidana tersebut, muncul pertanyaan mengenai nasib pengembalian dana yang telah digelapkan. Kuasa hukum Ayu Nurisa menjelaskan bahwa dalam putusan hakim, tidak ada satupun poin yang mewajibkan kliennya untuk mengembalikan uang tersebut.
Menanggapi hal ini, Ashanty memilih untuk bersikap lapang dada. Ia menyatakan bahwa mengenai niat Ayu untuk mengganti kerugian atau tidak, sepenuhnya menjadi hak mantan karyawannya tersebut.
“Itu kan haknya dia, hak dari Mbak Y mau ganti atau apa. Kalau aku jujur aku sudah enggak terlalu banyak memikirkan hal itu,” kata Ashanty.
Sikap Ikhlas Sejak Awal
Sikap ikhlas yang ditunjukkan Ashanty sejalan dengan pernyataan pihak manajemen keluarga Hermansyah. Aris Maulana Akbar, perwakilan manajemen Anang-Ashanty, menegaskan bahwa kerugian materi tersebut telah dianggap sebagai bagian dari dinamika kehidupan.
Keluarga besar Hermansyah memilih untuk memaafkan dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Kasus Ayu Nurisa bahkan dijadikan momentum oleh tim manajemen untuk memperketat sistem pengawasan internal, alih-alih membuat pihak keluarga menutup diri atau merasa trauma.
Ashanty sendiri menegaskan bahwa memaafkan Ayu bukanlah hal yang sulit. Ia mengungkapkan bahwa Ayu pun telah menyampaikan permintaan maafnya dalam proses persidangan.
“Memaafkan tetap dimaafkan, sebagai manusia enggak mungkin kita enggak memaafkan. Dia juga sudah minta maaf kan kemarin di dalam proses hukumnya,” ucap Ashanty.






